kubikel

Orang yang Masih Suka Membuat To Do List dengan Tulisan Tangan Ternyata Punya Kepribadian Ini

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:04 WIB
Ilustrasi: Orang yang memilih menulis tangan untuk to do list-nya ternyata punya kepribadian yang unik. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Di tengah gempuran aplikasi pengingat seperti ClickUp, Google Calendar, hingga AI Notetaker yang bisa meringankan pekerjaan kita, ternyata masih ada orang yang setia pada cara lama: mencatat di buku notes.

Mereka ini termasuk orang-orang yang mencoret daftar belanjaan di balik amplop bekas, menyimpan buku catatan spiral dengan tugas-tugas yang sudah dicoret, dan merasa nggak tenang banget kalau nggak bisa menemukan alat tulis.

Mungkin mereka terkesan gaptek, tapi kebiasaan menulis tangan ini sebenarnya mengungkap kepribadian mereka yang menarik. Berikut kepribadian orang yang masih suka menulis daftar kerja secara manual.

Baca Juga: Siap Jadi Ocean Ambassador? Simak Syarat & Cara Daftar Mermaid & Merman Indonesia 2026!

1. Ingin punya kendali 
Buat mereka yang masih suka menulis tangan, menulis bukan sekadar cara untuk mengingat, tapi juga untuk mengontrol hal-hal di luar diri mereka yang tidak bisa dikendalikan. Mereka tidak mau bergantung pada aplikasi yang bisa saja nge-glitch atau ponsel yang baterainya bisa habis kapan saja.

2. Pemikir yang mendalam
Menulis tangan itu lambat, dan bagi mereka itu malah bagus. Menurut sebuah studi tahun 2024 dari Norwegian University of Science and Technology, saat kita menulis dengan tangan, otak menunjukkan konektivitas yang jauh lebih tinggi di area yang mengatur memori, gerakan, dan pemrosesan sensorik dibandingkan saat mengetik.

Gerakan fisik saat membentuk huruf melibatkan otak dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh mereka yang mengetik di ponsel sehingga mereka benar-benar mampu menyerap informasi.

3. Jujur terhadap batasan diri
Mereka sudah menyadari bahwa otak tidak selamanya bisa diandalkan. Mereka tahu banget kalau kalimat "Aku pasti bakal ingat hal ini" biasanya malah tidak terbukti, alias lupa.

Daripada terlalu yakin bisa mengingat segalanya, mereka selalu menyiapkan buku catatan karena sadar ingatan mereka terbatas.

4. Belajar lewat tindakan (kinestetik)
Sering kali, orang yang menulis to do list dengan tulisan tangan bahkan tidak perlu melihat daftar itu lagi. Sebab, proses menulisnya sudah cukup untuk memasukkan informasi itu ke otak.

Sebuah studi di jurnal Frontiers in Psychology menemukan, siswa yang mencatat dengan tangan menunjukkan pemahaman konseptual yang lebih baik daripada mereka yang mengetik.

Baca Juga: Mau Gabung dengan Transportasi Ikonik Jakarta? Program Transjakarta Berdaya Kembali Dibuka!

Karena menulis itu lambat, kamu tidak bisa sekadar menyalin mentah-mentah. Kamu dipaksa untuk membaca dan mencerna informasi tersebut.

5. Melihat gambaran besar secara spasial
Buku notes memungkinkan kita melihat seluruh tugas tanpa perlu scrolling atau pindah layar. Mereka mengelompokkan tugas, menggambar panah, atau mengatur daftar dengan cara yang sulit dilakukan di ponsel. Mereka memproses informasi secara spasial dan visual.

6. Senang jika ada kemajuan yang nyata
Ternyata ada kepuasan sensorik yang luar biasa saat mencoret tugas yang sudah selesai. Mereka butuh bukti nyata bahwa mereka sedang bergerak maju setelah menyelesaikan satu tugas. Jadi, bukan sekadar pencapaian abstrak di layar.

Halaman:

Tags

Terkini