kubikel

4 Kesalahan saat Memutuskan Kembali Bekerja usai Rehat Panjang, Pantesan Kamu Jadi Minder!

Kamis, 12 Maret 2026 | 15:14 WIB
Ilustrasi: Ada beberapa kesalahan yang mungkin kamu lakukan ketika berniat kembali bekerja setelah rehat panjang bertahun-tahun. (PejuangKantoran.com/Made with Google AI)

PejuangKantoran.com - Ada banyak alasan mengapa orang berhenti kerja kantoran, dan baru bertahun-tahun kemudian memutuskan kembali bekerja setelah career break. Alasan paling umum mungkin, karena ingin mengasuh anak dulu. Bisa juga karena mau buka usaha dulu.

Tetapi waktu mau memperbarui CV setelah rehat panjang itu, kok tiba-tiba jadi minder, ya? Bukan cuma karena industri sudah bergerak secepat kilat, tapi juga karena hidup kita pun tidak berhenti berputar selama masa jeda tersebut.

Sebenarnya ini perasaan yang valid, dan umumnya dirasakan oleh mereka yang kembali bekerja. Apalagi, menyadari teman-teman kamu sudah naik jabatan dan gajinya pasti sudah lebih tinggi.

Baca Juga: Anthropic Rilis 10 Profesi Paling Terpapar AI, tapi Mengapa Hal Ini Tak Perlu Dikhawatirkan?

Namun, kembali bekerja bukan berarti kamu harus mulai dari nol dengan rasa rendah diri. Kunci mendapat pekerjaan adalah memikirkan apa harapan kamu dengan bekerja lagi, dan menyusun rencana karier yang sesuai dengan ambisi sekaligus tanggung jawab kamu saat ini.

Berikut adalah kesalahan saat memutuskan kembali bekerja setelah rehat panjang, dan bagaimana mengantisipasinya.

Lupa menjual skill kamu

Kesalahan paling umum yang sering dilakukan adalah terlalu sibuk menjelaskan mengapa kamu berhenti bekerja, tapi lupa menonjolkan apa yang bisa kamu lakukan sekarang.

Keraguan sering bikin kamu merasa nggak relevan lagi, padahal pemberi kerja hanya memikirkan satu hal, "Bisakah kamu melakukan pekerjaannya dan seberapa cepat kamu bisa berkontribusi?".

Anggap masa career break kamu sebagai periode pertumbuhan. Kalau selama ini kamu sibuk mengurus rumah tangga dan mengantar anak sekolah, sebenarnya kamu sedang mengasah kemampuan planning dan stakeholder management.

Baca Juga: Universal Pictures bakal Garap Film Biopik Bon Jovi, Band Legendaris asal New Jersey

Mengatasi kebutuhan keluarga yang mendadak juga bisa jadi bukti kemampuan problem-solving dan ketenangan di bawah tekanan. Fokus saja pada hasil yang pernah kamu capai, dan tunjukkan bagaimana pencapaian itu relevan dengan posisi yang kamu lamar sekarang.

Merasa tertinggal dari yang lain

Industri berubah dan teknologi AI sekarang ada di mana-mana. Duh, rasanya banyak banget yang harus dikejar. Daripada mencoba mempelajari semuanya sekaligus, gunakan pendekatan yang berorientasi pada pekerjaan (job-led).

Pelajari deskripsi pekerjaan dari posisi yang kamu inginkan. Lihat tools atau sertifikasi apa yang sering muncul, karena itulah yang harus menjadi prioritas kamu.

Halaman:

Tags

Terkini