kubikel

7 Tipe si Micro Behaviour di Kantor dan Cara Menghadapinya. Salah Satunya Menghadapi si Tukang Ghosting

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:22 WIB
Tak hanya tukang ghosting, ada juga tukang menyela. ini bebrapa tipe micro behaviour yang sering djiumpai di kantor. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
  1. The Minimalist (Si Jawaban ‘Dingin’)

The Minimalist, seperti Namanya, sangat sering memberikan jawaban sangat singkat (“ok”, “ya”), tidak memberi konteks saat menjawab, dan terlihat tidak engaged dengan pekerjaan.

Orang seperti ini bisa jadi memang punya gaya komunikasi yang hemat, atau tdak melihat pentingnya elaborasi, atau memang kurang empati dalam berkomunikasi.

Saat menghadapinya gunakan pertanyaan spesifik, seperti:

  • “Baik, untuk memastikan, berarti saya lanjut ke opsi A ya?”

Atau:

  • “Apakah ada catatan tambahan sebelum saya eksekusi?”

Prinsip: jangan berharap inisiatif dari tipe ini, kamu yang haru proaktif “menarik” kejelasan.

  1. The Silent Judge (Si Diam Tapi Menghakimi)

Pernah bertemu dengan orang yang selalu anteng saat rapat atau diskusi namun lalu baru memberikan kritik di belakang / belakangan? Ini adalah salah satu ciri utamanya.

Biasanya juga disertai dengan ekspresi nonverbal yang negatif, misal selama diskusi duduk namun arahnya tidak ke pusat rapat atau duduk melorot dengan melipat tangan.

Perilaku seperti ini mungkin disebabkan karena orang tersebut tdak nyaman bicara di forum atau perfeksionis atau menjaga citra.

Baca Juga: Begini Kepribadian Orang yang Lebih Nyaman dengan Komunikasi secara Tertulis daripada Lisan

Untuk menghadapinya gunakan pre-emptive clarification, misal:

  • “Saya ingin pastikan, apakah ada concern dari Bapak/Ibu sebelum kita lanjut?”

Atau setelah rapat:

  • “Kalau ada masukan, saya sangat terbuka sebelum ini difinalkan.”

Prinsip: tarik orang-orang tipe ini masuk lebih awal, jangan beri ruang kritik terlambat.

  1. The Credit Taker (Si Pengambil Ide)

Orang seperti The Credit Taker ini memang sangat menyebalkan. Senang mengulang ide orang lain tanpa atribusi sehingga terlihat seperti pemilik gagasan. Dan orang seperti ini terlihat halus dalam melakukannya, namun bisa dirasakan.

Perilaku ini muncul karena yang bersangkutan ingin mendapat pengakuan, berusaha menjadi orang yang kompetitif namun tidak sensitif terhadap kontribusi orang lain.

Cara menghadapi orang seperti ini gunakan reframing halus, misal:

Halaman:

Tags

Terkini