Pejuangkantoran.com – Seperti kita tahu, pesan lewat WA sering di-ghosting, presentasi disela dengan topik yang menyimpang, atau pernyataan kita hanya ditanggapi dengan stiker jempol di WA dan dilakukan berulang oleh orang tertentu adalah bentuk-bentuk dari micro behaviour yang negatif.
Mungkin micro behaviour negatif seperti ini tampak sepele dan berlangsung singkat. Namun sebenarnya ini dapat memberi sinyal kuat tentang sikap, niat, emosi, nilai, serta budaya seseorang atau sebuah organisasi.
Perilaku seperti ini akan membentuk persepsi yang bisa menjurus ke arah yang tidak konstruktif dalam sebuah organisasi. Dan hal ini jika dibiarkan bisa berdampak panjang serta menjadi konflik laten.
Bagaimana menghadapi si micro behaviour seperti ini, kita perlu mengenal tpe-tipenya, pola khasnya, motif yang mungkina menjadi latar belakang, dan cara menghadapinya:
- The Avoider (Si Penghindar)
The Avoider ini ciri utamanya sering tidak membalas pesan (ghosting ringan) alias si tukang ghosting, menunda respons tanpa alasan jelas, dan menghilang saat dibutuhkan keputusan
Umumnya, motif The Avoider melakukan micro behaviour seperti ini karena overload pekerjaan, atau tidak nyaman dengan konflik yang sedang terjadi, atau mungkintidak yakin dengan jawabannya.
Baca Juga: Jangan Sepelekan Micro Behaviour, Pahami Perilaku Ini Karena Bisa Berdampak Besar dalam Organisasi
Jika menghadapi tipe seperti ini gunakan follow-up terstruktur dengan pilihan jelas. Misal:
- “Pak/Bu, untuk laporan ini saya lanjutkan dengan data terakhir atau menunggu revisi?”
Jika masih diam:
- “Agar tidak terlambat, saya lanjutkan dulu dengan asumsi A ya.”
Prinsip: paksakan keputusan tanpa menekan secara emosional.
- The Dominator (Si Penyela / Penguasa Forum)
The Dominator ini terlihat dari ciri yang sering menyela, berusaha mendominasi rapat, atau menggeser topik sebelum orang lain selesai. Dia melakukan ini bisa jadi agar terlihat kompeten, atau memang punya gaya komunikasi yang agresif namun tidak sadar dampaknya.
Cara menghadapinya , gunakan reclaiming dan struktur. Misal:
- “Sebentar, saya selesaikan poin ini dulu, lalu kita masuk ke yang Bapak sampaikan.”
Atau dalam rapat:
- “Agar rapi, kita selesaikan satu per satu.”
Prinsip: kembalikan struktur, bukan melawan orangnya.
Artikel Terkait
Yang Bisa Dilakukan Pelamar untuk Mencegah Di-ghosting Rekruter, Terakhir: Jangan Biasakan Overthinking
7 Tanda Perilaku Pasif-Agresif yang Sering Tak Disadari di Tempat Kerja, Bagaimana Cara Menghadapinya?
4 Gaya Komunikasi yang Perlu Kamu Kenali agar Selalu Nyambung dan Kerja Sama Tim Makin Lancar
Rahasia Mengajukan Pertanyaan yang Tepat di Tempat Kerja, Termasuk saat Rapat dan Negosiasi
Tantangan di Tempat Kerja Multigenerasi, Ketika Gaya Komunikasi dan Ekspektasi Jadi Penghalang