Pejuangkantoran.com – Suatu hari kamu mendapatkan email yang berisi tentang tawaran posisi tertentu yang memang sesuai dengan kualifikasi dan kompetensi kamu. Mereka mengundang kamu untuk melakukan wawancara terkait dengan penawaran tersebut, baik dari sisi tugas dan tanggung jawab hingga penawaran gaji.
Setelah diskusi terkait tugas dan tanggung jawab, sesi penawaran gaji pun tiba. Pihak rekruter atau HR Perusahaan pemberi penawaran memberikan offer gaji, dengan catatan “Tawaran dari kami ini sudah final, ya, karena mengikuti struktur internal.”
Jika mendapatkan penawaran dengan catatan “sudah final”, ada baiknya jangan kamu terima mentah-mentah, sebab ini adalah taktik dari rekruter atau HR yang dinamakan The Final Offer Bluff Trap.
The Final Offer Bluff Trap adalah sebuah taktik sekaligus jebakan psikologis dalam negosiasi. Salah satu satu pihak menyatakan bahwa tawarannya adalah “penawaran terakhir” (final offer), padahal sebenarnya itu bisa saja bluff (gertakan), bukan batas akhir yang sesungguhnya.
Istilah ini sering muncul dalam konteks Negotiation Theory.
Baca Juga: Jangan Terlalu Percaya dengan Info dari ChatGPT saat Negosiasi Gaji, Sering Tak Sesuai Fakta!
Pada dasarnya The Final Offer Bluff Trap ini punya dua tahap atau lapisan. Yang pertama adalah benar-benar final offer (penawaran terakhir). Tujuannya adalah memberi lawan bicara tekanan waktu agar segera memberi keputusan, mengunci ekspektasi lawan bicara, dan menghentikan tawar-menawar.
Yang kedua, sifatnya gertakan (bluff). Dalam banyak kasus, ini bukan benar-benar penawaran akhir (final offer). Biasanya masih ada ruang negosiasi yang sengaja disembunyikan yang akan dikeluarkan ketika lawan bicara melakukan penawaran.
Penawaran seperti ini disebut sebagai trap atau jebakan karena pihak lawan bicara sering menjadi terjebak secara psikologis. Misal, menjadi takut kehilangan kesempatan (fear of missing out).
Baca Juga: Strategi Minta Gaji Lebih Tinggi yang Aman tanpa Pura-pura Kecewa dengan Angka yang Ditawarkan
Atau bisa juga menjebak agar lawan bicara berpikir dan mengangga bahwa pemberi tawaran benar-benar sudah di batas maksimal dan tidak punya ruang lagi. Ujung-ujungnya yang diberi penawaran “tergiring” untuk menerima penawaran yang lebih rendah dari yang seharusnya didapat.
The Final Offer Bluff ini sering sekali diterapkan saat bernegosiasi gaji. Misal, rekruter atau HR memberikan tawaran “Gaji Rp8 Juta ini sudah final, ya!”, sebenarnya mereka punya budget antara Rp9-10 Juta.
Mereka berharap kamu langsung menerima tawaran tersebut, yang artinya kamu kena jebakan atau “trap” mereka.
Cara Mengenali Bluff Trap