Contoh:
“Divisi lain sudah menjalankan sistem ini dan efektivitas pekerjaan mereka meningkat 15%.”
- Pertanyaan yang mengarahkan (guided questioning)
Ketika berdiskusi, ketika ada nada disuruh itu akan lebih banyak mengundang penolakan. Alih-alih langsung menyuruh, coba kamu arahkan rekan diskusi lewat pertanyaan. Teknik ini membuat lawan bicara menyimpulkan sendiri.
Pola:
“Menurut Anda, apa risiko jika kita tidak melakukan ini?”
Contoh:
“Kalau kita tidak update sistem ini sekarang, menurut Anda apa dampaknya terhadap distribusi produk kita?”
- Ringkasan yang mengunci (closing summary)
Terkadang diskusi berjalan a lot dan bahkan cenderung debat kusir. Oleh karena itu, akhiri dengan merangkum dan mengarahkan keputusan. Ini penting untuk menghindari diskusi tanpa keputusan.
Baca Juga: 7 Alasan Mengapa Kamu Wajib Punya Keterampilan Persuasif yang Baik di Kantor
Pola:
“Jadi kita sepakat X karena Y, dan langkah berikutnya Z.”
Contoh:
“Jadi dari diskusi ini kita sepakat gunakan metode baru ini karena lebih efisien, dan mulai uji coba minggu depan, ya!”
Terkadang dalam situasi tertentu, kita harus bisa menggabungkan pola satu dengan pola lainnya. Berikut ini contoh cara menggabungkan dalam satu situasi rapat:
- Mulai dengan framing kepentingan bersama.
- Masukkan data dan makna.
- Antisipasi dengan pre-emptive objection.
- Arahkan dengan pertanyaan.
- Tutup dengan ringkasan.
Selamat mencoba! ***