“Lost di kota Surabaya sekitar 15%, artinya beban kerja tim lain akan meningkat jika tidak kita evalusi dan atur ulang strategi.”
- Pre-emptive objection (antisipasi keberatan)
Ini adalah strategi di mana kita akan menyampaikan potensi keberatan sebelum orang lain mengatakannya. Ini akan meningkatkan kredibilitas (ethos).
Pola:
“Saya paham mungkin ada kekhawatiran soal X, karena itu kita siapkan Y.”
Contoh:
“Mungkin ada kekhawatiran soal distribusi, tapi kita sudah hitung pencapaiannya untuk 3 bulan.”
- Memberi pilihan terbatas (bounded choice)
Orang lebih mudah setuju ketika diberi pilihan, bukan dipaksa untuk memilih satu pilihan. Prinsip ini berkaitan dengan decision autonomy dalam psikologi.
Baca Juga: Agar Bisa Lebih Persuasif dan Lebih Baik Mengambil Keputusan, Perhatikan Kapan Kamu Melakukannya!
Pola:
“Menurut Anda lebih efektif opsi A atau B?”
Contoh:
“Kita mulai implementasi minggu ini atau awal bulan depan?”
- Social proof (bukti sosial)
Agar memperkuat arhumentasimu, tunjukkan bahwa orang lain atau tim lain sudah melakukan hal serupa. Ini adalah salah satu prinsip utama dari Robert B. Cialdini dalam Influence: The Psychology of Persuasion.
Pola:
“Tim X sudah menerapkan ini dan hasilnya Y.”
Artikel Terkait
4 Bahasa Tubuh Agar Kamu Lebih Disukai dan Persuasif, Penting Diterapkan di Dunia Kerja!
7 Keterampilan Yang Harus Kamu Asah Terus Untuk Tingkatkan Kemampuan Negosiasi
7 Kendala Umum dan 5 Kendala Khusus Dalam Komunikasi Interpersonal yang Sering Dijumpai dan Solusinya
Rahasia Mengajukan Pertanyaan yang Tepat di Tempat Kerja, Termasuk saat Rapat dan Negosiasi
Tim Hebat Berawal dari Komunikasi yang Efektif, Ini 5 Cara untuk Meningkatkannya!
6 Cara Sistematis untuk Memahami Audiens Agar Komunikasi Kamu Menjadi Efektif