Pejuangkantoran.com – Sebagai karyawan di level manajerial, wajib tahu bahwa tingkat turnover yang tinggi dampaknya tidak baik bagi perusahaan. Dampak ini mulai dari biaya finanasial langsung, di mana perusahaan harus mengeluarkan uang lagi untuk rekrutmen baru hingga pelatihan bagi karyawan baru.
Selain itu, produktivitas juga menjadi turun. Ada pekerjaan yang terbengkelai, lalu karyawan baru pengganti yang tidak bisa langsung “gas pol”, dan sebagainya.
Dan sudah pasti, ketika ada karyawan dengan kompetensi andal menyebabkan perusahaan kehilangan aset dengan knowledge dan experience yang sudah terbukti.
Belum lagi, di kalangan karyawan yang masih tetap tinggal muncul kasak-kusuk yang bisa menyebabkan gangguan pada budaya kerja dan bisa menyebabkan penurunan kualitas layanan.
Ini tentu saja akan berdampak pada reputasi perusahaan.
Oleh karena itu perlu ada upaya dalam mencegah terjadinya turnover yang tinggi. Manajemen perusahaan mesti menerapkan Early Warning Signal (EWS) turnover di perusahaan.
EWS ini pada dasarnya adalah membantu perusahaan untuk mendeteksi adanya risiko turnover sebelum pada akhirnya ada eksalasi dan turnover benar-benar terjadi. Dengan EWS, perusahaan bisa melakukan deteksi lebih dini dan melakukan intervensi yang lebih cepat.
Early warning signal ini adalah didasari pada prinsip ilmiah bahwa turnover itu tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada proses disengagement karyawan secara bertahap sebelum pada akhirnya memilih untuk keluar.
Baca Juga: 10 Dampak Buruk bagi Perusahaan Ketika Tingkat Turnover Tinggi
Jika manajemen, terutama dalam hal ini HR (human resources), kaget dengan adanya karyawan yang sebelumnya dianggap baik-baik saja lalu keluar, artinya sistem deteksinya gagal.
Ada sejumlah kategori early warning signal yang bisa dijadikan sebagai kerangka deteksi dini terjadinya turnover.
- Behavioral Signals (Perilaku sehari-hari)
Ini paling mudah diamati oleh manajer. Indikator utamanya:
- Menarik diri dari meeting / diskusi.
- Tidak lagi aktif berkontribusi.
- Menghindari interaksi sosial.
Perilaku seperti ini sebenanrya menunjukkan bahwa karyawan tersebut mulai “mentally checking out”.
- Performance Signals (Kinerja)
Indikator kinerjanya bisa dilihat dari: