kubikel

Nggak Apa-apa Banget Nggak Jadi Bos, Karyawan Gen Z Lebih Pilih Punya Banyak Side Hustle

Kamis, 21 Mei 2026 | 15:59 WIB
Ilustrasi: Banyak karyawan muda atau Gen Z yang lebih suka punya banyak pekerjaan freelance ketimbang jadi bos di satu pekerjaan full time. (Freepik/Way Home Studio)

Perusahaan jangan terlalu mengekang

Dalam survei tahun 2025 yang digelar oleh Fiverr, terungkap bahwa 64% karyawan muda setuju kalau punya banyak sumber penghasilan itu wajib supaya keuangan mereka aman.

Apalagi di tengah maraknya isu PHK massal dan perkembangan AI yang makin dar der dor, punya side hustle itu bikin mereka merasa lebih tenang kalau sewaktu-waktu kehilangan pekerjaan utama.

Sedangkan bagi perusahaan, karyawan yang punya pekerjaan sampingan sebenarnya bisa membawa keuntungan karena mereka biasanya punya keterampilan yang lebih kaya. Yang penting, kamu jujur dan terbuka.

Baca Juga: Gelombang PHK di Meta Pangkas 8.000 pekerjaan, Staf di Singapura Kena Mental Diberitahu Jam 4 Pagi

Karena itu, pakar HRD Paul Wolfe menyarankan agar perusahaan nggak terlalu mengekang karyawannya (untuk mencari tambahan penghasilan). Kalau perusahaan terlalu mengawasi dan melarang, karyawan justru bakal ngumpet-ngumpet.

"Pendekatan yang lebih baik adalah terbuka saja dengan apa yang kita kerjakan di luar. Kalau nanti kita menemui masalah, mari kita sepakat untuk membicarakannya bersama," ujar penulis buku Human Beings First ini.

Di sisi karyawan, selama kita bisa membagi waktu dengan bijak tanpa merusak pekerjaan utama kita, income stacking itu bisa jadi strategi cerdas untuk menambah penghasilan dan menyisihkan untuk tabungan.

Halaman:

Tags

Terkini