kubikel

Psychological Safety ala Google yang Sangat Bermanfaat Bagi Organisasi Perusahaan

Rabu, 8 Juli 2026 | 12:02 WIB
Psychological safety yang tercipta di lingkungan kerja akan sangat bermanfaat bagi kemajuan organisasi dan perusahaan. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Bisa jadi kondisi seperti ini membuat kamu yang mempimpin rapat menjadi kesal ketika peserta rapat lebih banyak diam. Bahkan ketika ada pertanyaan atau permintaan pendapat, tetap saja anteng semua.

Ini bukan karena peserta rapat tidak kompeten dan tidak memahami permasalahan, namun ada faktor psikologi yang membuat mereka cenderung diam. Dalam bahasa psikologi ini, namanya psychological safety-nya rendah.

Psychological safety adalah kondisi di mana seseorang merasa aman secara psikologis untuk berbicara, bertanya, mengemukakan ide, mengakui kesalahan, atau menyampaikan kekhawatiran tanpa takut dipermalukan, dihukum, atau mengalami konsekuensi negatif terhadap karier maupun hubungan kerja.

Jadi ketika ada seseorang yang bahkan tidak paham dengan topik rapat, namun psychological safety-nya tinggi, ia tidak segan atau sungkan untuk bertanya meminta penjelasan.

Baca Juga: Ini Adalah Awal dari Korupsi, yaitu Slippery Slope of Dishonesty. Waspadai Tanda-Tandanya di Kantormu!

Konsep Psychological Safety

Konsep psychological safety ini pertama kali dikembangkan oleh Amy Edmondson pada akhir 1990-an. Menurut Amy, psychological safety bukan berarti semua orang selalu setuju atau selalu merasa nyaman, Namun perasaan ini timbul karena adanya keyakinan bersama bahwa tim adalah tempat yang aman untuk mengambil risiko interpersonal.

Risiko interpersonal ini adalah konsekuensi sosial yang didapatkan seseorang karena apa yang dia lakukan. Misal, ketika bertanya risiko interpersonal yang bisa ia dapatkan adalah dianggap bodoh atau tidak kompeten.

Atau ketika mengusulkan ide baru, ditolak, diejek, atau dianggap tidak realistis. Ketika mengakui kesalahan, bisa dianggap ceroboh atau tidak mampu.

Punya pendapat yang berbeda dianggap tidak loyal atau suka membantah, memberikan kritik dianggap merusak hubungan dengan rekan kerja atau atasan, melaporkan pelanggaran akan dikucilkan atau mendapatkan balasan (retaliasi), dan sebagainya.

Ketika psychological safety rendah di lingkungan kerja, jelas akan membawa dampak yang buruk bagi organisasi. Ketika orang takut berbicara atau takut mengemukakan pendapat, perusahaan menjadi stagnan.

Baca Juga: Sebagai Anak Baru, Ini yang Harus Kamu Lakukan Ketika Melihat Ada Cikal Bakal Korupsi di Kantor

Psychological safety itu bukan berarti:

  • Semua orang harus selalu merasa nyaman.
  • Tidak boleh ada kritik.
  • Standar kerja diturunkan.
  • Semua pendapat pasti diterima.
  • Tidak ada konflik.

Sebaliknya, psychological safety justru memungkinkan adanya:

Halaman:

Tags

Terkini