kubikel

Leading By Quiet Example, Gaya Kepemimpinan yang Tak Sekadar "Omon-Omon"

Kamis, 16 Juli 2026 | 15:15 WIB
Leading by quiet example adalah gaya kepemimpinan yang tak sekadar (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

 

Efektif Untuk Mengelola Tim

Kepemimpinan yang menerapkan leading by quiet example ini sangat efektif dalam mengelola tim. Ada sejumlah alasan psikologis untuk itu, yaitu:

  1. Observational Learning

Menurut Albert Bandura, manusia belajar dari contoh yang mereka lihat. Perilaku pemimpin menjadi model bagi anggota tim.

  1. Membangun Kepercayaan

Konsistensi antara ucapan dan tindakan menghasilkan kredibilitas. Orang lebih percaya pada pemimpin yang "melakukan" daripada hanya "mengatakan".

Baca Juga: Quiet Leadership Jadi Skill Penting di Tahun 2026, Bukti Tak Harus Bersuara Kencang agar Didengar

  1. Menurunkan Resistensi

Orang cenderung tidak suka dipaksa, namun mereka lebih mudah mengikuti perilaku yang mereka hormati.

  1. Membentuk Budaya

Jika perilaku baik terus diulang oleh pemimpin, lama-kelamaan perilaku itu menjadi norma tim. Budaya organisasi sering kali terbentuk dari apa yang secara konsisten dicontohkan, bukan hanya dari aturan tertulis.

Gaya kepemimpinan seperti ini bisa membangun kepercayaan yang tinggi, mengurangi kebutuhan akan pewasan yang ketat, mendorong rasa tanggung jawab intrinsic, dan efektif membangun budaya kerja yang sehat dan berpengaruh jangkan panjang.

Namun, harus diingat, leading by quiet example, bukan berarti pemimpin harus diam dalam segala situasi. Karena, leading by quiet example bukan berarti pasif.

Pemimpin tetap perlu berkomunikasi, memberi umpan balik, dan mengambil keputusan ketika diperlukan. Keteladanan memperkuat pesan, bukan menggantikannya. ***

Halaman:

Tags

Terkini