PejuangKantoran.com - Ketika CEO baru Starbucks, Laxman Narasimhan, bergabung dengan perusahaan ini Oktober lalu, dia membuat gebrakan pertama yang menarik (namun sangat hati-hati).
Narasimhan mengenakan salah satu celemek hijau khas gerai kopi tersebut, dan mengikuti pelatihan selama 40 jam untuk menjadi barista Starbucks bersertifikat.
Ketika secara resmi mengambil alih jabatan pada bulan Maret, Laxman Narasimhan mengindikasikan bahwa dia akan terus melayani sebagai barista selama empat jam sebulan, setiap kali di lokasi Starbucks yang berbeda.
Baca Juga: CEO Silicon Valley Bank Gregory Becker Liburan ke Hawaii, Tinggalkan Kekacauan Usai Dipecat
CEO Baru Starbucks ini turun tangan jadi barista, dan dengan tegas mencatat bahwa dia mengharapkan eksekutif seniornya melakukan hal yang sama.
Bagaimana dan di mana seorang CEO baru (atau pemimpin mana pun) menggunakan sebagian waktu mereka di perusahaan, bisa mengungkapkan banyak hal tentang prioritas mereka.
Kamu mungkin biasa mendengar CEO baru perusahaan publik yang mengunjungi investor institusional, berdiskusi dengan analis Wall Street, atau mengadakan pertemuan tertutup dengan Dewan Direksi.
Tetapi berapa banyak yang ikut menghadiri pelatihan staf garis depan selama seminggu penuh? Hal itu barangkali tidak terpikirkan oleh para CEO.
Tetapi mungkin seharusnya memang begitu. Ada tiga hal yang kita pelajari dari CEO baru Starbucks yang turun tangan jadi barista:
Pertama, tindakan seperti itu mengirimkan sinyal yang jelas kepada tenaga kerja. Sebagai pemimpin, Narasimhan tidak melakukan tur ke beberapa kota untuk mengadakan focus group discussion bersama karyawan (meskipun hal itu juga bermanfaat).
Sebaliknya, Narasimhan mendedikasikan waktunya seminggu penuh hanya untuk mempelajari perdagangan yang menjadi inti dari bisnis perusahaan.
Apakah itu pelatihan seminggu penuh, atau hanya sesi bayangan dengan staf garis depan, hasilnya sama: karyawan melihat seorang pemimpin yang meluangkan waktu untuk mempelajari seluk-beluk operasi.
Narasimhan berusaha memahami bagaimana rasanya berada di garis depan, dan untuk mendapatkan pandangan langsung tentang apa yang sebenarnya diperlukan untuk melayani pelanggan.
Itulah jenis pemimpin yang murni menunjukkan ketertarikan, dan membuat dirinya terinformasi.
Baca Juga: Kunci Sukses Bisnis Bill Gates: Pilih Teman dan Sahabat yang Baik