“Bayangkan kamu sedang berbicara dengan kakek nenek yang kamu sayang, jadi tempo bicara kamu tidak terlalu cepat,” tulisnya di akun Instagram, @maryam.qonita.
Agar napas tidak terdengar pendek, gunakan teknik pernapasan untuk mengatasi ketegangan di perut. Maryam menyarankan untuk menarik napas panjang 5-10 kali sambil keras-keras mengucapkan A-I-U-E-O dalam satu tarikan napas.
Lakukan riset yang mendalam
Untuk menghindari justifikasi studi S2 yang kurang kuat, Maryam Qonita meminta setiap peserta wawancara beasiswa LPDP untuk riset mendalam mengenai program studi tujuan, khususnya yang berkaitan dengan aspek akademik.
“(Jelaskan) Bagaimana course yang disediakan dapat meng-cover knowledge/expertise gap yang kamu miliki, bagaimana faculty advisors akan mengakomodasi penelitian yang menurutmu penting dilakukan, dsb,” tulis Maryam.
Lalu, jangan lupa untuk menjelaskan tentang short term dan long term aspirasi karier, serta kontribusi yang spesifik dan konkret sesuai dengan program studi yang dipilih.
Menjawab dengan teknik STAR
Terakhir, Maryam Qonita juga menyarankan peserta wawancara beasiswa LPDP untuk menjawab pertanyaan dengan teknik STAR. Ini adalah teknik yang merupakan singkatan dari Situation (S), Task (T), Action (A), dan Result (R).
Baca Juga: 4 Jurusan Kuliah yang Banyak Dicari Perusahaan BUMN, Jurusan Kamu Termasuk Nggak?
Penjelasannya seperti ini:
Situation, untuk menentukan situasi yang relevan untuk pertanyaan yang diajukan.
Task, adalah deskripsi tugas atau tantangan yang dihadapi dalam sebuah situasi.
Action, memberikan detail tentang tindakan yang dilakukan dalam penyelesaian tugas.
Result, untuk menjelaskan hasil konkret yang berhasil dicapai dengan melakukan tindakan itu.
Itulah beberapa tips untuk menghindari kesalahan saat wawancara beasiswa LPDP, langsung dari alumni penerima beasiswa ini. Semoga membantu. (Elga Windasari)