kubikel

Ini 9 Tanda Kamu Bekerja di Lingkungan Kerja yang Toxic (dan Mungkin Tak Menyadarinya!)

Senin, 29 Mei 2023 | 19:05 WIB
Ilustrasi: Lingkungan kerja yang toxic juga terlihat dari atasan yang tidak menghargai pekerjaanmu. (Freepik/Kate Mangostar)

4. Ada karyawan yang tidak termotivasi

Ini biasanya terjadi karena mereka sudah merasa kelelahan dan muak. Mereka tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan. Namun, bisa juga penyebabnya karena kurangnya gairah, tujuan, atau dorongan internal dari perusahaan.

Apa pun itu, kurangnya motivasi ini adalah tanda dari masalah organisasi yang jauh lebih besar.

5. Kurangnya keseimbangan di seluruh organisasi

Jika kamu memiliki tim manajemen senior yang tidak memiliki keseimbangan kehidupan kerja, yang bekerja 20 jam sehari dan sepanjang akhir pekan, kamu biasanya melihat organisasi lainnya akan mengikuti contoh tersebut.

Tidak ada yang ingin mengecewakan bos karena tidak responsif, bukan? Hal ini akan membuatmu dipaksa untuk menerima bahwa itu adalah “budaya di sini". Padahal, itu merupakan cara kerja yang toxic.

Baca Juga: Cara  Pintar Menarik Perhatian HR dengan Lamaran yang Kamu Kirimkan

6. Merasa terlalu banyak pekerjaan dan kurang dihargai

Setiap orang membutuhkan pujian dari waktu ke waktu. Sebagai manusia, kamu akan berkembang dengan umpan balik yang baik.

Namun, jika kamu hanya mendapatkan umpan balik negatif atau bahkan tidak mendapatkannya sama sekali, tanpa sadar itu akan membuatmu bekerja lebih keras untuk membuktikan diri dan mendapatkan pujian yang dicari.

7. Kelelahan adalah hal yang normal

Di dunia yang sangat cepat ini, kamu terus-menerus diminta untuk lebih bekerja keras dan melakukan lebih banyak.

Ketika merasa “tertinggal”, kamu akan melakukan dua kali lebih banyak dari sebelumnya dengan sedikit keuntungan atau pengakuan. Ini semua membuatmu lelah secara mental, emosional, dan fisik, tetapi kamu merasa itu adalah hal yang normal.

8. Tidak ada batasan

Tidak memiliki batasan adalah awal terjadinya lingkungan kerja yang toxic. Hal ini akan mengabaikan ruang pribadi dan kesejahteraan emosional.

Halaman:

Tags

Terkini