kubikel

Nggak Cuma Lolos, Ini 7 Rahasia Sukses Wawancara Beasiswa LPDP dengan Nilai Tertinggi!

Senin, 5 Juni 2023 | 08:46 WIB
Ilustrasi: Bagaimana persiapan agar sukses menjalani wawancara beasiswa LPDP? (Instagram @pemburubeasiswa)

PejuangKantoran.com - Salah satu tahapan yang akan dilewati saat mengajukan beasiswa LPDP adalah wawancara. Tahapan ini tentu saja memiliki nilai, yang akan sangat mempengaruhi apakah pengajuan beasiswa kamu akan diterima atau tidak.

Maryam Qonita, seorang alumni LPDP 2018, bercerita bahwa ia berhasil mendapatkan nilai tertinggi saat wawancara dalam proses penerimaan beasiswa LPDP.

“Saat wawancara LPDP 2018, aku mendapatkan nilai 792 dari 800. Saat PK, disebutkan bahwa itu adalah nilai tertinggi di angkatan LPDP tersebut. Mungkin sepanjang tahun 2018,” tulisnya di akun Instagram pribadinya.

Baca Juga: Memahami Seleksi Bakat Skolastik dan Seleksi Substansi dalam Proses Seleksi Beasiswa LPDP

Ini tips dari Maryam agar kamu juga sukses menjalani wawancara beasiswa LPDP dengan nilai tertinggi:

1. Siapkan draf jawaban

Menurut Maryam, draf ini bukan untuk dihafalkan. Namun, bertujuan agar kamu bisa mengingat poin terbaik yang mungkin terlewatkan jika diminta menyampaikannya secara spontan.

Selain itu, memiliki jawaban yang ditulis terstruktur ini membantu komunikasi lisan lebih artikulatif.

“Aku literally menyiapkan 42 halaman MS. Word berisi ratusan pertanyaan LPDP yang mungkin muncul dan jawabannya,” kata Maryam.

2. Temukan alasan yang kuat dan spesifik mengenai studi S2

Jangan malas dan cepat merasa puas saat melakukan riset mendalam di universitas yang kamu pilih.

Maryam menyarankan untuk melakukan riset di laman resmi universitas, laman alternatif, silabus courses, dan sebagainya. Carilah poin lebih spesifik yang bisa menguatkan alasan kamu studi ke universitas ini dan manfaatnya untuk Indonesia.

3. Tekankan kontribusi pada masyarakat

Banyak kisi-kisi wawancara beasiswa LPDP yang beredar, menyebutkan bahwa indikator penilaian terkuat dari juri adalah kontribusi pada masyarakat. Menurut Maryam, hal ini sangat wajar karena beasiswa LPDP diberikan oleh pajak rakyat.

“Kebetulan, saat aku wawancara LPDP, pertanyaan yang paling sering dilontarkan oleh juri adalah kontribusi sosial,” katanya.

Halaman:

Tags

Terkini