Bahasa tubuh dan ekspresi wajah, terutama di dunia maya saat ini, menjadi lebih penting dari sebelumnya. Jadi, sangat penting untuk berkomunikasi baik secara verbal maupun nonverbal.
Jika kata-kata tidak sesuai dengan nada suara dan gerak tubuh, pesan tidak tersampaikan dengan jelas dan bahkan mungkin dianggap salah total.
4. Jangan perlihatkan kamu punya "anak emas"
“Sebagai seorang pemimpin baru, masuk akal jika kamu mungkin ingin menciptakan zona nyaman untuk diri sendiri dan bersandar pada anggota tim yang dirasa paling nyaman untuk diajak bekerja sama,” jelas Dr. Nazan.
Namun, hal ini dapat merugikan budaya dan juga kinerja tim. Jika tim kehilangan kepercayaan pada rasa keadilanmu, mereka akan kehilangan motivasi yang dapat menyebabkan kinerja mereka menurun.
Dengan bersikap adil, kamu akan memperkuat kepercayaan tim kepadamu dan mendapatkan peluang untuk berkembang sebagai seorang pemimpin.
5. Prioritaskan kebutuhan tim saat masa sulit
Sebagai pemimpin, terkadang kamu menjadi penyangga antara tim dan karyawan dari departemen lain, atau atasan yang lebih tinggi di tempat kerja.
Boleh saja sih, tetapi selalu ingat bahwa prioritasmu harus menjadi kebutuhan tim, sebelum membuat keputusan apa pun. Saat ada konflik dengan orang lain, dengarkan sisi cerita dan kekhawatiran mereka dan cobalah untuk mengatasinya dengan segera.
Baca Juga: Duh, Bagaimana Cara Memberitahu Atasan Bahwa Kamu Overwork?
Pemimpin yang baik juga menunjukkan kepercayaan pada timnya, dan berani membela mereka saat dibutuhkan.
6. Beri dukungan dan pelatihan setelah kegagalan
Kegagalan adalah komponen yang tak terpisahkan dari pengalaman dan pembelajaran proses manusia. Jadi, jangan “menghukum” anggota tim yang melakukan kesalahan.
Ketika ada anggota tim yang menghadapi situasi sulit dan berjuang dengan tugasnya, menyalahkan tindakannya hanya akan menggoyahkan kepercayaan mereka padamu.
Lebih baik cobalah untuk memahami akar masalahnya dengan pertanyaan terfokus dan mendengarkan secara aktif.