Duh, Bagaimana Cara Memberitahu Atasan Bahwa Kamu Overwork?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 2 Januari 2023 | 18:42 WIB
Ilustrasi: Sebaiknya sampaikan pada atasan bahwa kamu sudah overwork. (Freepik/Way Home Studio)
Ilustrasi: Sebaiknya sampaikan pada atasan bahwa kamu sudah overwork. (Freepik/Way Home Studio)

PejuangKantoran.com - Mengambil banyak tugas tambahan bisa bermanfaat bagi karier kamu. Ini menunjukkan bahwa kamu peduli dengan perusahaan, dan siap membantu apa yang ditugaskan oleh atasan. Terkadang kamu merasa kamu sudah overwork, tetapi terbayang kenaikan jabatan (dan gaji) sebagai bonusnya nanti.

Lama-kelamaan, si bos sepertinya selalu mengandalkan kamu kalau ada tugas-tugas tambahan. Rekan kerjamu cenderung menolak dengan berbagai alasan, sehingga akhirnya kamu merasa terlalu lelah. Kamu sudah overwork, dan kenaikan gaji yang kamu harapkan tak kunjung tiba.

Kamu ingin berbicara pada atasan bahwa kamu sudah overwork, tetapi bagaimana ya cara menyampaikannya?

Baca Juga: Post-Holiday Blues Bikin Kamu Kesepian dan Merasa Kehilangan Sehabis Liburan? Ini Cara Mengatasinya!

Cara memberitahu bahwa kamu overwork

Sebelum menghubungi atasan kamu, mungkin ada baiknya kamu meminta pendapat orang lain. Kamu bisa menghubungi teman dan anggota keluarga, mentor, atau rekan kerja (saat ini atau dari pekerjaan sebelumnya).

Pendapat orang luar bisa membantu kamu mengetahui apakah memang ada terlalu banyak pekerjaan yang harus kamu jalani. Mereka mungkin bisa menawarkan solusi, berupa hal-hal yang bisa kamu terapkan atas inisiatif kamu sendiri atau untuk diajukan kepada atasan kamu.

Jadwalkan waktu
Setelah merasa siap berbicara dengan atasan, jadwalkan waktu untuk membahas situasi tersebut. Agar kamu siap untuk percakapan ini, kamu harus memberikan bukti-bukti bahwa kamu sudah overwork. Caranya?

Baca Juga: Katanya Mau Resign, tapi Nggak Resign-resign. Alasan Mengapa Orang Galau Mau Resign

Pertama, susun daftar rincian pekerjaan yang kamu kerjakan setiap hari. Buatlah daftar itu dalam urutan prioritas. Hal ini juga untuk mencoba memperkirakan berapa lama setiap tugas bisa diselesaikan.

Di sini kamu mungkin akan melihat, bahwa si bos ternyata tidak pernah menyadari bahwa tugas tertentu sangat memakan waktu. Ternyata, ia menyarankan pendekatan lain untuk menyelesaikannya lebih cepat. Sampaikan semua detail pekerjaan untuk membantu mengatasi masalah apa pun.

Siapkan usulan solusinya
Selain memiliki rincian kerja yang jelas dan menyeluruh, pastikan kamu juga memikirkan solusinya. Dengan kata lain, kamu tidak hanya mengeluh terlalu banyak pekerjaan yang kamu jalani, tetapi juga mengajukan solusi, seperti berikut ini:

Membuat urutan prioritas: Bisakah tenggat waktu dan tanggal jatuh tempo untuk beberapa project digeser? Itu mungkin membuat pekerjaan rutin kamu sehari-hari tidak terlalu membebani.

Baca Juga: Betulkah Bekerja dari Rumah Membuat Atasan Cenderung Menjadi “Helicopter Boss”?

Menambah peralatan baru: Kalau mungkin ada alat kerja yang bisa membantu kamu melakukan lebih baik atau lebih banyak, usulkan secepatnya. Dan kalau kamu sudah mengincar beberapa barang untuk dibeli, sebutkan selama percakapan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Balance Money

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X