PejuangKantoran.com - Ilmu data adalah disiplin ilmu yang berfokus pada penggalian wawasan berharga dari sejumlah besar data.
Dengan demikian, pekerja yang terampil dalam menafsirkan dan memanfaatkan data untuk keuntungan organisasi mereka sangat diminati.
Ini yang disebut dengan data scientist atau ilmuwan data. Selain bermain dengan data, profesi ini juga memiliki peran penting dalam menyusun strategi dan analitik bisnis berbasis data.
Baca Juga: Data Scientist dan Data Analyst, Dua Profesi yang Lagi Banyak Dicari (Berapa Kisaran Gajinya?)
Tetapi kamu tidak bisa langsung menempati posisi ini begitu diterima bekerja. Ada beberapa fase yang harus dilalui untuk menjadi data scientist,yaitu:
Fase 1: Latar belakang pendidikan
Titik masuk yang sangat baik ke dunia ilmu data adalah memperoleh gelar sarjana. Ada beberapa disiplin yang terkait dengan ilmu data, seperti ilmu data itu sendiri, statistik, atau ilmu komputer.
Gelar ini seringkali menjadi persyaratan utama oleh organisasi ketika mempertimbangkan kandidat untuk posisi ilmuwan data.
Fase 2: Menguasai bahasa pemrograman yang sesuai
Meskipun gelar sarjana memberikan pengetahuan teoretis, perintah praktis dari bahasa pemrograman tertentu seperti Python, R, SQL, dan SAS sangat penting.
Bahasa-bahasa ini sangat penting ketika berhadapan dengan dataset, atau kumpulan data mentah yang disusun secara terstruktur dalam bentuk tabel atau kolom.
Fase 3: Memperoleh keterampilan tambahan
Selain bahasa pemrograman, data scientist juga harus membiasakan diri dengan tools dan teknik untuk visualisasi data, pembelajaran mesin, dan penanganan data besar.
Saat menghadapi kumpulan data besar, mampu memahami cara mengelola, membersihkan, mengatur, dan menganalisisnya juga sangatlah penting.