kubikel

Tembus 900 Ribu Penonton, Ini Strategi Marketing Prilly Latuconsina untuk "Ketika Berhenti di Sini"

Sabtu, 5 Agustus 2023 | 11:22 WIB
Berkat strategi markerting yang dijalankan tim Sinemaku Pictures, film Ketika Berhenti di Sini berhasil tembus 500ribu penonton. (Instagram @sinemaku.pictures)

PejuangKantoran.com - Bagi Prilly Latuconsina, film Ketika Berhenti di Sini memiliki arti yang lebih besar dari sekadar bukti keberhasilannya bertindak sebagai produser dan pemain.

Dengan rilisnya Ketika Berhenti di Sini, Prilly Latuconsina ingin membuktikan bahwa industri perfilman di Indonesia mempunyai masa depan cerah buat anak muda di Indonesia.

Bersama dengan rumah produksinya, Prilly Latuconsina juga mempunyai ambisi untuk memperbaiki ekosistem industri menjadi lebih baik.

Baca Juga: Mantan HRD Google Sebut Ada Satu Hal yang Harus Dilakukan Setelah Melamar Pekerjaan

“Melalui Sinemaku Pictures, kita berusaha untuk membuka kesempatan yang banyak kepada talenta yang ada di Indonesia," ujar Prilly Latuconsina, saat gala premiere Ketika Berhenti di Sini di Plaza Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Seperti yang teman-teman tahu, untuk film Ku Kira Kau Rumah, kita pakai aktor yang mungkin pada saat itu belum dikenal. Terus, akhirnya bisa dikenal.

"Begitu juga dengan krunya, orang-orang yang bekerja di balik layar juga diberi kesempatan yang sama. Jam kerja dan hak-hak para aktor dan kru kita perhatikan dan pikirkan," serunya.

Hal sama dia terapkan dalam film Ketika Berhenti di Sini. Timnya berusaha memikirkan kepentingan aktor dan kru sehingga bisa membangun ekosistem dan cara kerja yang baik untuk industri ini.

Visi Prilly adalah membuka banyak lapangan kerja, khususnya buat generasi muda agar tidak takut terjun ke industri film. Sampai saat ini, industri film masih dianggap sebagai industri yang tidak stabil, fluktuatif. Tidak pasti penghasilannya dari mana.

Padahal, industri film adalah industri yang menjanjikan. Dan, kalau dirinya bisa membuka kesempatan kepada anak muda untuk bekerja di industri film, aktris berdarah Maluku ini yakin banyak talenta dan ide kreatif yang bisa ditampilkan dalam karya film.

"Saya percaya film adalah kendaraan yang paling efektif untuk menyampaikan pesan. Kita tahu itu dan kita tidak mau take it for granted.

Baca Juga: Tak Hanya Karyawan yang Rugi, Perusahaan Juga Boncos Jika Terus Melakukan PHK Besar-besaran

"Jadi, apapun film Sinemaku Pictures, kita ingin mengedepankan isu-isu yang menurut kita penting," ujar aktris yang sangat produktif ini.

Di film pertama, Sinemaku mengangkat isu kesehatan mental, dan sekarang mereka mengangkat isu kehilangan. Bagaimana orang melanjutkan hidup setelah kehilangan orang terdekatnya.

Apalagi, setelah pandemi, Prilly merasa banyak orang yang mengalami kehilangan secara tiba-tiba dan tidak tahu bagaimana cara mengatasinya. 

Halaman:

Tags

Terkini