Ajukan pertanyaan dan buat catatan
Setelah lebih tenang, barulah minta waktu untuk bertanya dan berdialog dengan bos.
Carilah contoh dan konteks dari kritik yang diberikannya. Tanyakan tentang harapannya, dan bagaimana dengan kinerjamu, khususnya pekerjaan yang dinilainya tidak memenuhi harapan.
Perjelas frekuensi masalahnya, apakah ini masalah satu kali atau pola perilaku yang berulang?
Semakin banyak informasi wawasan yang bisa kamu dapatkan tentang evaluasi bos terhadapmu, semakin kamu bisa menanganinya.
Lalu, perlu diingat ini adalah evaluasi kinerja, bukan evaluasi dirimu sebagai pribadi. Fokuskan pola pikir pada pekerjaan. Menyalahkan diri sendiri atau terus merasa sedih tidak akan membantumu maju.
Cari umpan balik lainnya
Pendapat bos memang penting, tetapi ini hanya perspektif satu orang. Carilah umpan balik dari rekan kerja terpercaya untuk mengukur seberapa signifikan umpan balik tersebut.
Katakanlah bos mengira kamu selalu terlambat ke rapat, tetapi kamu tidak merasa seperti itu. Tanyakan rekan kerjamu.
Jika mereka tidak setuju, berarti ini bukan kesalahanmu. Jika setuju, pastikan kamu tepat waktu untuk setiap rapat yang diikuti dengan bos mulai sekarang.
Ini tentang memiliki kemampuan untuk menyesuaikan perilakumu dengan harapan orang lain. Keterampilan yang akan membantumu dengan baik sepanjang karir.
Baca Juga: Tawaran Kerja Tiba-Tiba Dibatalkan, Bisakah Kamu Meminta Kembali Pekerjaan Lamamu?
Posisikan dirimu dalam diri bos
Cobalah berempati kepada bosmu untuk mencari pemahaman tentang dirinya.
Apakah dia memiliki beban kerja yang berat? Atasan seperti apa dia? Apakah dia di bawah banyak tekanan? Ketika memberimu kritik, mungkinkah dia sedang mengalami hari yang buruk?