PejuangKantoran.com - Ketika pertama kali masuk ke tempat kerja baru, kamu mungkin tergoda untuk menjadi “karyawan teladan”.
Kamu masuk kerja lebih awal, pulang belakangan, bisa melakukan pekerjaan apa pun, bahkan istirahat makan siang lebih singkat.
Kamu ingin membuktikan bahwa kamu pekerja keras, pemain tim, dan semua hal yang kamu janjikan dalam wawancara kerja.
Baca Juga: Tips Agar Lebih Fokus dan Tak Mudah Terdistraksi saat Kerja, Biar Hasilnya Lebih Maksimal
Namun, itu semua biasanya hanya terjadi di awal masuk ke tempat kerja baru, dan jarang yang berkelanjutan.
Sebagian besar dari kita, pada titik tertentu, perlu atau ingin membuat batasan untuk melepaskan diri dari pekerjaan yang melelahkan. Itulah sebabnya kamu harus menegaskan batasan yang sangat penting itu sejak awal.
Apa yang harus dilakukan?
Banyak cara yang bisa kamu pilih. Misalnya, menuliskan jam kerja pada tanda tangan di email, memberitahu rekan kerja dan atasan saat kamu tidak bisa mengerjakan tugas yang diminta di luar jam kerja (dan berjanji akan melakukannya dalam jam kerja), serta mengambil cuti tahunan sebagai jika masih ada.
Tidak hanya lebih sehat, cara ini juga menyelamatkan atasan dari keterkejutan jika kamu tiba-tiba memasukkan batasan yang sebelumnya tidak ada.
Meskipun kamu telat menetapkan batasan sebelumnya, tidak seharusnya hal itu menghalangimu untuk mengambil tindakan sekarang.
Ingat, hanya kamu yang bisa memperjuangkan kesehatan mental dan fisik dirimu sendiri.
Pahami bahwa kamu sebagai karyawan dan pribadi sama-sama penting sehingga wajar jika memiliki batasan kerja.
Baca Juga: Jangan Diam Saja, Ini Cara Merespons Kritik yang Tidak Sesuai Fakta dari Atasan
Jangan melakukannya dengan cara ini
Saat menetapkan batasan, perhatikan bahasa yang kamu gunakan.