kubikel

Manfaat Multitasking Memang Ada, tapi Seberapa Buruk Multitasking di Tempat Kerja?

Kamis, 10 Agustus 2023 | 07:00 WIB
Ilustrasi: Manfaat multitasking memang ada, tetapi multitasking ternyata bukan cara terbaik untuk meningkatkan produktivitas. (Freepik/Drazen Zigic)

PejuangKantoran.com - Seberapa sering kamu menemukan dirimu tanpa sadar melakukan multitasking?

Di tempat kerja, kamu mungkin terbiasa untuk membuat draf email sambil menanggapi rekan kerja, atau menjawab permintaan tiga klien sekaligus.

Di rumah, saat merebus daging kamu juga bisa sambil mencuci piring atau panci bekas pakai, sekaligus memanaskan air fryer untuk persiapan memasak.

Baca Juga: Contoh Email dalam Bahasa Indonesia untuk Membalas Undangan Wawancara Kerja

Bahkan, kamu mungkin sudah terbiasa dengan “multitasking media”, yaitu menonton serial favorit sambil melihat timeline Instagram atau TikTok, sehingga kamu bisa beralih di antara keduanya tergantung suasana hati.

Membagi perhatian antara dua tugas atau lebih sekaligus, baik dari tekanan eksternal atau kebutuhan internal, menjadi sangat familiar dilakukan banyak orang.

Rasanya seolah-olah kamu jadi menggunakan lebih banyak waktu dari yang diberikan kepadamu.

Namun, para psikolog sebenarnya telah berdebat selama bertahun-tahun bahwa apa yang kita lakukan bukanlah multitasking sama sekali.

Yang kita yakini sebagai multitasking sebenarnya pengalihan tugas cepat, dan yang prosesnya bisa membuat kita lelah.

Sepertinya kamu menandai banyak hal pada saat yang sama, tetapi sebenarnya kamu hanya dengan cepat mengalihkan fokus dan perhatian di antara tugas.

Hal inilah yang menjadi fokus penelitian banyak psikolog kognitif, terutama melihat dampaknya terhadap produktivitas.

Memangnya apa dampak multitasking terhadap produktivitas?

Baca Juga: Cara Menanggapi Undangan Wawancara Kerja dari Rekruter via Email Secara Formal

Faktanya, dari sudut pandang produktivitas, banyak penelitian bertentangan dengan multitasking.

Meskipun mungkin kamu merasa bergerak lebih cepat dan lebih efisien, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kamu sebenarnya justru bergerak melambat karena waktu respons yang akan melambat saat beralih dari satu tugas ke tugas lain.

Halaman:

Tags

Terkini