PejuangKantoran.com - "Kamu salah!" Dua kata singkat dan sederhana ini ternyata bisa memberikan efek buruk bagi orang yang mendengarkannya.
Kata-kata tersebut bisa membuat orang langsung merasa kesal, marah, benci, dan jengkel. Belum lagi perasaan bahwa kita tidak cukup baik dalam melakukan sesuatu.
Namun, sebenarnya seberapa sering kamu yang memberitahu orang lain bahwa mereka salah? Jawabannya, kemungkinan lebih dari yang kita pikirkan, dan lebih dari yang seharusnya.
Baca Juga: Buat Para Bos, Ini 5 Cara Agar Karyawan Tidak Memilih Quiet Quitting saat Bekerja
Tentu saja, kamu mungkin melakukannya lebih halus dan diplomatis, seperti, "Saya tidak yakin saya setuju dengan pendapatmu," atau "Ini hanya pendapat saya, tapi..." dan sebagainya.
Namun, kata-kata seperti itu bisa berakibat sangat buruk pada orang yang menerimanya. Kamu mungkin merasa benar, tetapi melukai harga diri orang lain dengan menyebut mereka salah.
Lebih baik katakan “Kamu benar”
Sekarang bayangkan jika bos, kolega, atau rekan kerja berkata, "Kamu benar".
Apalagi jika dia mengatakannya secara terbuka. Ini bisa membuatmu melompat setinggi mungkin karena kegirangan.
Kata-kata itu akan membuatmu merasa jauh lebih dihargai, dan merasa didukung. Komentar tunggal itu membawa efek pengganda kekuatan dan menular secara positif.
Inilah strategi yang digunakan Frank Maguire dari Federal Express dan KFC selama bertahun-tahun untuk mengubah budaya penjualan.
Dalam bukunya, “You're the Greatest”, dia menceritakan bagaimana ungkapan tersebut memvalidasi orang lebih dari yang kita pikirkan. Motivasi berlangsung singkat, tetapi validasi berlangsung seumur hidup.
Ketua Fred Smith setuju dengan hal tersebut. Pendekatan ini "tidak hanya mengajarkan Federal Express bagaimana berkomunikasi, tetapi juga bagaimana memiliki hati," katanya.
Baca Juga: Menurut Survei, Dewasa Muda Saat Ini Tak Terlalu Mendukung Pemimpin Perempuan. Mengapa?
Mengapa tidak banyak pemimpin melakukan ini?
Bagaimanapun, kita hidup di era modern yang semakin menuntut kepemimpinan yang welas asih, kebaikan, dan empati.