kubikel

Stop Ubah Hal-hal Normal Jadi Viral di Media Sosial, dengan Alasan Demi Peduli pada Diri Sendiri

Jumat, 18 Agustus 2023 | 07:00 WIB
Ilustrasi: Jangan membuat hal-hal normal menjadi viral di media sosial dengan alasan sebagai bentuk peduli pada diri sendiri. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Sisi positif dari media sosial adalah membuat kita tetap terhubung dan menginformasikan hal-hal yang mungkin dilewatkan.

Namun, media sosial tentu saja juga memiliki banyak kerugian. Salah satunya membuat hal yang normal menjadi viral di media sosial.

Penulis Gen Z, Ellie Muir, mendesak orang untuk berhenti mengubah hal-hal normal menjadi viral di media sosial, setelah video seorang perempuan pergi ke bioskop sendirian ramai diperbincangkan.

Baca Juga: Tinggal Selangkah Lagi, Ini 7 Aspek Penilaian Seleksi Substansi dan Contoh Pertanyaan Beasiswa LPDP

Ellie menuliskan hal tersebut dalam sebuah artikel untuk surat kabar Inggris, The Independent, berjudul, "Melakukan Sesuatu Sendiri Bukan 'Mencintai Diri Sendiri' – Kita Tidak Perlu Membuat Semuanya (menjadi) Memberdayakan."

Semuanya dimulai saat sebuah video menjadi sangat viral di media sosial. Di TikTok, video seorang perempuan tua dicap sebagai "ratu" karena pergi ke bioskop sendirian untuk menonton film "Barbie".

Video tersebut membuat banyak orang berkomentar positif dan menyebutnya sebagai salah satu cara untuk "peduli pada diri sendiri".

Bahkan, seorang perempuan berkomentar, "Dia adalah (contoh) keindahan dari mencintai diri sendiri karena pergi keluar sendirian."

Namun, ternyata tidak semua orang merasakan hal yang sama.

Nonton sendirian ke bioskop adalah hal yang normal

Menurut Eliie—dan mungkin banyak orang lainnya, pergi ke bioskop sendirian itu normal, dan sama sekali bukan hal yang tidak spesial. Banyak orang melakukannya.

Baca Juga: Jangan Takut Lakukan Obrolan Ringan sebelum Wawancara untuk Membantu Cairkan Suasana

Apalagi di video yang menjadi viral di media sosial itu, banyak yang berkomentar kalau perempuan ini menonton "Barbie" sendirian karena kesepian.

Ada pula yang berpikir bahwa keluarga perempuan itu mungkin tidak menghargai selera dan keinginannya, atau semua temannya pasti sudah “mati”.

Asumsi yang sangat melodramatis.

Halaman:

Tags

Terkini