kubikel

5 Red Flag yang Menunjukkan Perilaku Bos yang Toxic (Kenali Sebelum Kamu Terjebak)

Senin, 5 Desember 2022 | 19:29 WIB
Ilustrasi: Kenali red flag yang menunjukkan perilaku bos yang toxic. (Freepik/Kate Mangostar)

PejuangKantoran.com - Pepatah lama ini sepertinya benar: “karyawan resign bukan karena pekerjaannya, tapi karena perilaku bosnya”. Perilaku bos yang toxic bisa memengaruhi kesehatan mental dan produktivitas kita, lho. Para peneliti dari Harvard Business School dan Stanford University bahkan mengatakan bahwa stres akibat bos yang buruk bisa sama merusaknya dengan menjadi perokok pasif. Makanya, kenali red flag yang menunjukkan perilaku bos yang toxic seperti ini.

Wajar kalau belum adanya kebebasan finansial menyebabkan kita tidak bisa langsung memutuskan resign jika menghadapi bos yang toxic. Kalau memungkinkan, lakukan pencegahan. Artinya, kalau kamu bisa mengenali red flag yang menunjukkan perilaku bos yang toxic, hindari saja pekerjaan itu. Kalau tidak, kuatkan diri sampai kamu menemukan cara untuk mengatasinya.

Baca Juga: Mitos Terbesar tentang Penggila Teknologi, Salah Satunya Kaku dan Penyendiri

Berikut lima red flag yang menunjukkan perilaku bos yang toxic:

1. Ketika karyawan merasa tidak dihargai
Pada 2020, ResumeLab mengadakan jajak pendapat untuk mengetahui tanda-tanda bahwa seseorang adalah leader yang buruk. Jajak pendapat menunjukkan, 72% responden yang disurvei mengaku diperlakukan dengan kasar atau tidak sopan oleh atasannya. Selain itu, hampir 70% responden mengaku sering dikritik di depan rekan-rekan kerjanya, dan 83% responden merasa tidak dihargai karenanya.

Yang paling parah, sebanyak 42% pimpinan yang buruk menyalahkan orang lain oleh karena kesalahannya, di mana 84% karyawan merasa diperlakukan tidak adil.

2. Atasan tidak pernah merasa bersalah
Pernahkah kamu bekerja dengan atasan yang selalu merasa benar dan kamu yang selalu salah? Atau mungkin atasan yang sulit menyalahkan diri sendiri atau tidak pernah mengakui kesalahannya? Atasan seperti ini lebih peduli melindungi reputasinya ketimbang memenuhi kebutuhan timnya. Ini betul-betul red flag yang menunjukkan perilaku bos yang toxic dan tidak boleh kamu abaikan.

Baca Juga: Hati-hati Counteroffer: Cara Si Bos Yakinkan Karyawan Agar Batal Resign. Familiar dengan 4 Alasan Ini?

3. Atasan menunjukkan perilaku kasar dan menindas
Riset menunjukkan, salah satu bentuk inkompetensi dan perilaku kepemimpinan yang merusak adalah "kepemimpinan yang ceroboh." Mereka sering membentak, mempermalukan, memanipulasi, atau menipu.

Pemimpin yang buruk kerap menggunakan penampilan mereka yang karismatik untuk keuntungan pribadi, dan secara kasar menentang apa yang baik untuk karyawan maupun perusahaan. Mereka juga sering menghilang ketika sedang melakukan tugas.

Baca Juga: Curhat Yoga: Kelimpahan Kerja Si Bos yang Cuti Dadakan, Gaji Dipotong, dan Tak Dihargai

4. Atasan menggunakan rasa takut sebagai motivasi
Bekerja di bawah ancaman akan kehilangan pekerjaan mungkin bisa mendorong produktivitas buruh pabrik. Hal itu tidak berlaku untuk karyawan kantor, tapi ada juga bos yang masih melakukan hal seperti ini. Mereka menakut-nakuti anak buahnya dengan ancaman akan dilaporkan ke HRD, bonus tahunannya akan dipotong, atau dipindahkan ke divisi lain yang kamu hindari.

5. Atasan mengklaim hasil kerja orang lain 
Sebuah survei dari BambooHR yang melibatkan lebih dari 1.000 karyawan di Amerika digelar untuk menilai 24 perilaku khas para bos, dari "sangat bisa diterima" hingga "sama sekali tidak bisa diterima". BambooHR mendapati bahwa 63% responden mengatakan bahwa mengakui hasil kerja orang lain adalah perilaku yang tidak dapat diterima, atau sesuatu yang mereka anggap layak dihentikan. Yang paling merasa dirugikan akibat perilaku atasan seperti ini adalah kaum perempuan, di mana 71% dari mereka menyebutnya sebagai perilaku terburuk.

Tags

Terkini