PejuangKantoran.com - Pernahkah kamu diberi banyak tanggung jawab baru di tempat kerja, tetapi tanpa kenaikan gaji atau perubahan jabatan? Nah, sekarang ada nama untuk itu: quiet promotion.
Quiet promotion bisa terjadi dalam keadaan apa pun, tetapi umumnya terjadi setelah salah satu karyawan resign atau diberhentikan.
Dengan meningkatnya PHK massal akhir-akhir ini, karyawan mungkin mendapat beban kerja tambahan tanpa perubahan jabatan atau kompensasi yang lebih tinggi.
Survei JobSage baru-baru ini menemukan bahwa 78% pekerja mengalami peningkatan beban kerja tanpa kompensasi tambahan, dan 67% menyerap pekerjaan rekan kerja yang keluar dari perusahaan. Inilah yang dimaksud quiet promotion.
Baca Juga: Sistem Tipping Starbucks yang Baru Memungkinkan Pelanggan Memberi Tip via Kartu Kredit
Lama-kelamaan, karyawan tersebut pasti kewalahan, dan mendorong mereka untuk mencari pekerjaan baru. Menurut survei, 57% karyawan merasa dimanipulasi atau dimanfaatkan ketika pemberi kerja meminta mereka melakukan lebih banyak pekerjaan di luar tugas mereka saat ini.
Tanda-tanda quiet promotion
“Kadang tanda-tanda (quiet promotion) itu eksplisit, seperti ketika seseorang mengambil cuti melahirkan dan kamu harus bertindak sebagai peran sementara,” kata Jennifer Walton, Chief Brand Officer di Sky Nile Consulting, Ohio.
“Tetapi biasanya kamu merasa beban kerja kamu mulai berkembang semakin banyak. Cara (atasan) memposisikannya adalah 'Yuk, jadikan ini peluang dan kesempatan',” tambahnya.
Itu pesan yang terselubung. Pesan yang sebenarnya adalah, "Kantor butuh kamu untuk membantu tim", atau "Orang ini sudah resign, bisakah kamu mengambil alih kerjaannya?"
Baca Juga: Manfaat Air Beras untuk Kulit Wajah Sehingga Sering Dipakai dalam Produk Skincare Korea
Quiet promotion juga bisa terjadi selama masa tunggu sampai lowongan pekerjaan terisi. Oleh karena itu sangat penting untuk melihat bagaimana pekerjaan didistribusikan kembali saat tim berada dalam masa perubahan.
“(Quiet promotion) Bisa menjadi masalah nyata bagi pemberi kerja dan karyawan ketika upaya karyawan tidak dihargai atau dikompensasi secara adil,” kata Katie Duncan, Content Manager di JobSage.
Biasanya ada ambang batas berapa banyak pekerjaan tambahan yang mungkin dilakukan seseorang. Terlalu banyak pekerjaan bisa menyebabkan kelelahan dan mengganggu produktivitas.
Ketika batas itu terlewati, dan karyawan merasa dimanfaatkan atau tidak ada rencana untuk menaikkan jabatannya di masa depan, orang itu mungkin akan mencari pekerjaan lain. Turnover karyawan pun meningkat.
Baca Juga: Syarat Umum Melamar Lowongan PPPK untuk Jabatan Fungsional Kementerian Perhubungan 2022