80 Persen Sarjana Tidak Bekerja Sesuai Jurusannya Saat Kuliah, Apa Dampaknya untuk Jangka Panjang?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 11 Desember 2023 | 21:34 WIB
Ilustrasi: Karyawan di sektor perbankan ternyata banyak yang bukan lulusan ekonomi atau manajemen. (Freepik/Rawpixel)
Ilustrasi: Karyawan di sektor perbankan ternyata banyak yang bukan lulusan ekonomi atau manajemen. (Freepik/Rawpixel)

PejuangKantoran.com - Tahukah kamu kalau banyak dari alumni IPB yang justru memiliki karir yang sukses di dunia perbankan? Bahkan, ada joke yang mengatakan bahwa IPB merupakan singkatan dari Institut Perbankan Bogor.

Ternyata, sarjana yang tidak bekerja sesuai jurusannya saat kuliah tidak hanya terjadi pada mahasiswa IPB.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nadiem Makarim pernah bilang, ada 80% sarjana yang tidak bekerja sesuai jurusannya saat kuliah.

Baca Juga: Bisa Aja... TikTok Shop Kembali Dibuka lewat Tokopedia dengan Mengambil Momen 12-12!

Bahkan, angka kecocokan program studi dan bidang keahlian pekerja jauh menurun dari 2017 lalu.

Mengapa hal ini bisa terjadi?

Sarjana yang tidak bekerja sesuai jurusannya saat kuliah disebut dengan job-education mismatch.

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebabnya, salah satunya karena sistem pendidikan Indonesia yang belum secara sengaja memberi ruang bagi para peserta didik untuk mengeksplor potensi dan minat dirinya sedini mungkin.

Sampai saat ini, murid SMA yang akan masuk ke bangku kuliah, lebih sibuk memikirkan berbagai ujian masuk kuliah yang harus dilalui. Sementara itu, prioritas universitas juga masih tertuju pada “jumlah” mahasiswa yang akan direkrut.

Padahal, universitas seharusnya mementingkan minat dan bakat calon mahasiswa dalam program studi yang dituju. Hal ini akan mengurangi jumlah mahasiswa yang nantinya merasa “salah masuk jurusan”.

Selain itu, sistem perkuliahan, seperti jenjang S1, masih memiliki tujuan mempelajari hal teoritis dan mendasar mengenai suatu bidang keilmuan. Hal itu membuat mahasiswa tidak mendapatkan skill atau kemampuan praktis yang bisa langsung diterapkan di dunia kerja.

Baca Juga: Ucapkan Selamat Datang, Gen Z Bakal Jadi Angkatan Kerja Terbesar Tahun Depan!

Padahal, soft skill seperti problem solving, komunikasi, dan leadership atau kepemimpinan menjadi hal yang tidak kalah penting dimiliki oleh pelamar, dan akan sangat berguna saat bekerja.

Dampak dari job-education mismatch

Namanya juga hal negatif, tentu saja ini bisa memberikan dampak negatif jika terus dibiarkan terjadi,

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Kompas.com, YouTube @Narasi Newsroom

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X