Pekalongan Disebut Jadi Role Model Pengembangan Batik dan Ekonomi Kreatif di Indonesia

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Senin, 29 Januari 2024 | 19:30 WIB
Gibran Rakabuming Raka menghadiri pertemuan dengan pengusaha UMKM dan pengrajin dan pelaku UMKM batik di Dapoer Pelangi Terrace di Kota Pekalongan, Jawa Tengah (29/01/24) ( dok. Tim Media 02)
Gibran Rakabuming Raka menghadiri pertemuan dengan pengusaha UMKM dan pengrajin dan pelaku UMKM batik di Dapoer Pelangi Terrace di Kota Pekalongan, Jawa Tengah (29/01/24) ( dok. Tim Media 02)

"Ini penting, di SMK dimasukin kurikulum digital marketing dan ada Technopark," kata Gibran. 

Baca Juga: Lowongan Kerja Junior Consultant of Finance di Ernst & Young, Pengalaman 1-2 Tahun sebagai Konsultan

Gibran berharap, Kota Pekalongan, Solo dan Yogyakarta yang merupakan kota-kota penghasil batik, kedepannya bisa saling bersinergi dan melengkapi, bukan hanya bersaing.

Sebab, masing-masing daerah penghasil batik tersebut memang memiliki produk dengan motif yang berbeda-beda. 

Selain berdiskusi, Gibran menyempatkan diri untuk melihat pameran dan memborong beberapa produk batik yang dipamerkan. 

Salah satu pedagang batik yang juga pemilik merk batik Ndaru mengatakan bahwa Gibran sempat melihat-lihat kain batik hasil karyanya, dan membeli kain batik seharga Rp500.000. 

Sementara itu, pedagang batik lainnya dengan merk Seseby by Ozzy mengaku senang stand batik tulis dan cap miliknya didatangi oleh Gibran. Ia bahkan bangga kain batik hasil karyanya ikut dibeli Gibran seharga Rp1.750.000.

Hal lainnya yang juga dibahas dalam pertemuan tersebut yakni akses internet yang merata di seluruh wilayah. Sebab menurut Gibran, internet memang sudah menjadi bagian penting dari pengembangan ekonomi, terutama digital marketing.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X