Pekalongan Disebut Jadi Role Model Pengembangan Batik dan Ekonomi Kreatif di Indonesia

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Senin, 29 Januari 2024 | 19:30 WIB
Gibran Rakabuming Raka menghadiri pertemuan dengan pengusaha UMKM dan pengrajin dan pelaku UMKM batik di Dapoer Pelangi Terrace di Kota Pekalongan, Jawa Tengah (29/01/24) ( dok. Tim Media 02)
Gibran Rakabuming Raka menghadiri pertemuan dengan pengusaha UMKM dan pengrajin dan pelaku UMKM batik di Dapoer Pelangi Terrace di Kota Pekalongan, Jawa Tengah (29/01/24) ( dok. Tim Media 02)

PejuangKantoran.com -  Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang mendunia. Sudah sepantasnya Indonesia berbangga.

Salah satu cara menunjukkan kebanggaan adalah dengan memakai batik dalam kehidupan sehari-hari. 

Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka yang merupakan warga asli Solo, Jawa Tengah juga kerap memakai batik. Tak dimungkiri, Solo adalah Kota Batik. 

Baca Juga: Lulusan SMA Bisa Bekerja dan Menetap di Amerika, Lho! Ini Jenis Visa yang Kamu Perlukan!

UMKM, perajin, dan pelaku UMKM batik juga dirangkul pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 2 ini. Untuk menjelaskan program kerjanya, Gibran menghadiri pertemuan dengan pengusaha UMKM dan pengrajin dan pelaku UMKM batik di Dapoer Pelangi Terrace di Kota Pekalongan, Jawa Tengah (29/01/24).

Dalam pertemuan tersebut, Gibran mendengarkan aspirasi para pengrjain sekaligus memborong beraneka batik. 

Tak cuma itu, salah satu pengrajin batik berharap Gibran bisa menjadi Nelson Mandela Indonesia versi milenial dengan menjadi duta batik jika terpilih jadi wakil presiden nanti. 

"Tentunya Mas Gibran bukan hanya sebagai duta batik, tetapi juga menjadi garda terdepan pengusung batik, tak kalah dengan Nelson Mandela di Afrika Selatan. Kami berharap Mas Gibran jadi Nelson Mandela-nya Milenial di Indonesia," ungkap pemilik batik dengan merk Tamakun tersebut. 

Baca Juga: 7 dari 10 Generasi Muda Singapura Anggap Nikah Enggak Begitu Penting

"Ketika hilir dari batik ini terbit oleh panjenengan, saya yakin sekali hulu ini akan bisa lebih kreatif," sambungnya. 

Gibran mengatakan bahwa Pekalongan sebenarnya sudah menjadi role model bagi pengembangan batik dan ekonomi kreatif di Indonesia. 

Menurut Gibran, pelaku UMKM khususnya batik di Pekalongan perlu mendapatkan pelatihan atau inkubasi untuk mengembangkan pemasaran secara digital, seperti yang dilakukan di Kota Solo melalui kerjasama dengan Marketplace seperti Shopee hingga Tokopedia, dan juga sarana pengembangan kreatif melalui Solo Technopark. 

Gibran berjanji akan memberikan perhatian khusus untuk pengembangan ekonomi kreatif, khususnya dengan pendekatan teknologi dan kemajuan digitalisasi.

Ia berharap produk-produk kreaif seperti di Pekalongan bisa semakin berkembang, bahkan mendunia. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X