PejuangKantoran.com - Harga bahan bakar minyak atau BBM di Indonesia, menurut rencana akan kembali naik.
Laman Antaranews.com dalam laporan termutakhirnya menyebut pada 31 Januari 2024 hari ini, kenaikan harga BBM bakal terealisasi per 1 Februari 2024.
"Kenaikan harga BBM untuk jenis BBM nonsubsidi," kata laman itu.
BBM non subsidi sejatinya adalah BBM yang diperjualbelikan ke masyarakat tanpa adanya campur tangan pemerintah.
Untuk BBM nonsubsidi ini, peran pihak swasta semisal perusahaan BBM mancanegara Shell, British Petroleum, dan sebagainya kentara.
Laman Shell.co.id dalam penjelasannya menyebut BBM non subsidi berbasis penghitungan harganya, salah satunya, pada harga rata-rata minyak mentah di Indonesia.
Apabila harga minyak mentah di Indonesia naik, harga BBM non subsidi punya kecenderungan naik juga.
Harga BBM
Laman itu memberi informasi bahwa harga minyak mentah Indonesia per 2 Februari 2023, misalnya, besarnya 78,54 dollar AS per barrel atau sekitar Rp 1191137 per barrel.
Lantas, kenaikan harga BBM bersubsidi juga didasari oleh pajak yang ditetapkan pemerintah, dalam hal ini, khususnya, pemerintah daerah.
Nama pajak itu adalah PBBKB.
PBBKB adalah kepanjangan dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor
Pemerintah DKI Jakarta menaikkan PBBKB pada akhir Januari 2024.
Besaran kenaikan PBBKB itu adalah 10 persen.
Artikel Terkait
Elektabilitas Prabowo Gibran Mencapai 50,7%, Nusron Wahid: Belum Menggambarkan Kondisi 14 Februari
Survei LSI: Prabowo-Gibran Populer di Kalangan Gen Y dan Gen Z
Survei: Tingkat Kepuasan Publik kepada Jokowi Capai 80,8% Buat Orang Dukung Paslon Prabowo-Gibran
Bung Karno dan Inspirasi Persahabatan dari Ikan Koi di Blitar
Asal-usul Nama Garuda Yaksa, Padepokan Prabowo Subianto di Hambalang
Makan Malam Bersama 600 Pendeta, PGPI: "Tuhan Nomor 1, Pilpres Nomor 2"
Tertekan Nama Besar Glenn Fredly, Marthino Lio Tawarkan Aktor Lain sebagai Pemeran dalam Glenn Fredly The Movie
Lowongan Kerja Arsitek (Revit) di Dankor Architecture, Bisa Work from Home Nih!
Nusron Wahid Balas Tudingan Hasto soal Perpecahan Kabinet Jokowi: Sudahi Dongengnya, Mas Hasto
Jangan Cuma Jadi Penonton, Ini Pertanyaan yang Harus Ditanyakan pada CEO saat Town Hall Meeting