2 Hal yang Wajib Menjadi Perhatian dan Kepedulian Lebih Banyak Orang Indonesia di Samping Stunting

photo author
Josephus Primus, Pejuang Kantoran
- Jumat, 16 Februari 2024 | 21:57 WIB
cara-yang-perlu-dipahami-orang-tua-cegah-stunting-di-masa-pandemi-xch
cara-yang-perlu-dipahami-orang-tua-cegah-stunting-di-masa-pandemi-xch

PejuangKantoran.com - Ada dua hal yang wajib menjadi perhatian dan kepedulian lebih banyak orang Indonesia.

"Ada masalah katarak dan bibir sumbing serta stunting atau gizi buruk," kata Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat pada Jumat 16 Februari 2024 di House of Jamu, Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan itu, Irwan Hidayat memberikan bantuan Sido Muncul untuk 50 pasien operasi bibir sumbing dan langit-langit rongga mulut di Rumah Sakit Primasatya Husada Citra atau PHC Surabaya, Jawa Timur, berupa uang sebesar Rp 325 juta.

Dalam kesempatan itu, Sido Muncul dan Rumah Sakit Primasatya Husada Citra atau PHC Surabaya berkolaborasi dengan lembaga global peduli bibir sumbing dan langit-langit rongga mulut, Smile Train.

Bibir sumbing

Direktur Jamu Sido Muncul Irwan Hidayat saat pemberian bantuan untuk 50 pasien bibir sumbing di RS PHC Surabaya, Jumat 16 Januari 2024.
Direktur Jamu Sido Muncul Irwan Hidayat saat pemberian bantuan untuk 50 pasien bibir sumbing di RS PHC Surabaya, Jumat 16 Januari 2024. (PejuangKantoran.com/Josephus Primus)

Dalam kesempatan itu, Irwan Hidayat mengatakan bahwa bibir sumbing dan langit-langit rongga mulut kebanyakan menimpa bayi yang baru lahir.

"Di Indonesia, setidaknya ditemukan 10000 kasus bibir sumbing dan langit-langit rongga mulut," kata Irwan Hidayat.

Kebanyakan penderita bibir sumbing dan langit-langit rongga mulut, kata Irwan Hidayat, berasal dari keluarga kurang mampu secara finansial.

Sampai kini, lanjut Irwan Hidayat, kontribusi Sido Muncul untuk penanganan operasi bibir sumbing dan langit-langit rongga mulut, termasuk 50 pasien di Rumah Sakit Primasatya Husada Citra atau PHC Surabaya mencapai 624 pasien.

"Harapannya sih Sido Muncul bisa membantu operasi 5000 pasien bibir sumbing," ucap Irwan Hidayat.

Lebih lanjut, Irwan Hidayat menambahkan bahwa stunting atau kondisi gizi buruk yang kebanyakan dialami sejak seseorang berusia balita atau bawah lima tahun juga wajib mendapatkan perhatian.

Data dari Kemenkes.go.id menunjukkan angka stunting atau gizi buruk di Indonesia ada di posisi 17 persen, seturut Survei Status Gizi Indonesia atau SSGI Kemenkes.

Hingga 2024 usai nanti, target prevalensi balita stunting adalah 14 persen.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Josephus Primus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X