Riset: Promosi Makanan Tak Sehat yang Agresif Jadi Pemicu Tingginya Angka Kegemukan

photo author
Josephus Primus, Pejuang Kantoran
- Jumat, 1 Maret 2024 | 21:18 WIB
Ilustrasi obesitas. (: Istimewa.)
Ilustrasi obesitas. (: Istimewa.)

PejuangKantoran.com - Riset menunjukkan promosi agresif penjualan makanan tidak sehat menjadi salah satu pemicu meningkatnya angka kegemukan di seluruh dunia.

Sementara, di sisi lain, makanan sehat makin mahal harganya.

Ketersediaan makanan sehat juga langka bila dibandingkan dengan makanan tak sehat.

Fakta ini pada akhirnya menimbulkan problem.

Lebih Dari Satu Miliar Orang di Dunia Terlanda Obesitas atau Kegemukan

Selanjutnya, sampai dengan kini, lebih dari satu miliar orang di dunia terlanda obesitas atau kegemukan.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO membeberkan data terkininya sebagaimana laporan BBC.com pada 1 Maret 2024.

"Tak hanya orang usia dewasa, anak-anak juga makin banyak yang mengalami obesitas," bunyi riset WHO tersebut.

Obesitas atau kegemukan terjadi karena kelebihan lemak tubuh.

Pemicu obesitas adalah banyaknya asupan kalori pada tubuh yang menumpuk karena tidak terbakar pada proses olahraga dan pergerakan tubuh lainnya.

"Obesitas memicu munculnya penyakit lain," kata WHO.

WHO mencatat, di seluruh dunia, 880 ribu orang dewasa menyandang obesitas.

"Sementara, 159 juta usia anak terkena obesitas," kata WHO.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Josephus Primus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X