Pandemi Covid-19 membuat Gen Z pekerja mengeluarkan lebih banyak uang dari penghasilannya demi ongkos menjaga kesehatan.
Selain itu, pascapandemi Covid-19 kenaikan harga-harga barang menimbulkan inflasi.
Alhasil, dengan kondisi pertumbuhan gaji yang stagnan, Generasi Z pekerja tak punya cukup uang untuk menabung.
Lantas juga, skala prioritas keuangan baru pada Generasi Z pekerja juga memberi sumbangsih pada tren soft saving.
Gen Z pekerja yang menikmati hidup, menambah porsi ongkos menikmati hobi misalnya jalan-jalan maupun makan-makan.
Gen Z juga pada akhirnya berisiko makin terbiasa membelanjakan uangnya untuk kebutuhan-kebutuhan konsumtif, bukan produktif.
Artikel Terkait
Organisasi Kesehatan Dunia: Jumlah Perempuan Dewasa Kena Obesitas Menanjak Dua Kali
Mengapa Karyawan Harus Berhenti Mengkhawatirkan AI dan Fokus pada Reskilling untuk Memanfaatkannya
Mudik Gratis BUMN 2024 Akan Berangkatkan 80.000 Orang ke Kampung Halaman
Kurangi Minum Jus Buah, Pilihan Tangkal Meningkatnya Angka Kegemukan Orang Usia Dewasa
Fasilitas Mewah Markas Bali United Training Center Diuji Selama Perhelatan Barati Cup Bali 2024
Mau Jadi Content Creator Zalora Buka Lowongan Pekerjaan Sebagai Content Creator
Jelang Ramadan, Ini Makna Ziarah Kubur ke Makam Orang Tua dan Bacaan Niatnya
Strategi Investasi Menarik Generasi Z atau Gen Z, ada Video Kolaborasi V BTS Duet dengan Jackie Chan
Riset: Mempertimbangkan Kembali Lokasi Bekerja para Pekerja Kantoran Usai Pandemi Covid-19
Gaji Pertama Generasi Z atau Gen Z Pekerja, Apa ya Harus Dihabiskan?
Cara Mencairkan Saldo BPJS Ketenagakerjaan Secara Online melalui Situs BPJS dan Aplikasi JMO
Dari 4 Orang Generasi Z atau Gen Z Pekerja, Hanya 1 Orang yang Pertimbangkan Menabung