Kaum Perempuan dan Karyawan Baru Paling Berisiko Kehilangan Pekerjaan Di Inggris Akibat AI

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 29 Maret 2024 | 12:10 WIB
Ilustrasi: Golongan yang paling berisiko kehilangan pekerjaan akibat AI di antaranya pekerja entry-level, paruh waktu, dan pelaksana tugas-tugas administratif. (Freepik/Jcomp)
Ilustrasi: Golongan yang paling berisiko kehilangan pekerjaan akibat AI di antaranya pekerja entry-level, paruh waktu, dan pelaksana tugas-tugas administratif. (Freepik/Jcomp)

Laporan Institute for Public Policy Research tersebut menggambarkan fase adopsi AI yang akan segera dimulai di mana beberapa pekerjaan yang mudah didapat akan digantikan oleh AI.

Dampak tenaga kerja secara keseluruhan selama periode tersebut mungkin terbatas, menurut studi itu, tetapi sepertiga pekerjaan administratif diperkirakan akan terhapus.

Baca Juga: 7 Kesalahan Saat Membuat Laporan SPT Tahunan Ini Paling Sering Dilakukan Wajib Pajak

Fase kedua dapat membawa integrasi AI yang jauh lebih dalam yang akan mengancam hingga 59% pekerjaan. Jika perusahaan mengizinkan AI untuk melaksanakan tugas-tugas utama, pekerjaan yang terpangkas akan lebih luas, termasuk posisi yang bergaji tinggi.

Meskipun begitu, penelitian ini mengakui bahwa berbagai skenario perpindahan pekerjaan tetap mungkin terjadi. Termasuk, potensi kehilangan pekerjaan yang tidak dapat dihindari sama sekali.

Meningkatnya kecanggihan dan penggunaan AI untuk meningkatkan produktivitas dan meningkatkan kompensasi untuk beberapa pekerjaan diperkirakan akan menggantikan beberapa pekerjaan di tahun-tahun mendatang.

Baca Juga: Punya Pengalaman Mengelola Less Container Load, Nih Lowongan Kerja LCL Manager di Kuehne Nagel

Kecerdasan buatan dapat menggantikan sekitar 15% pekerja, atau 400 juta orang, di seluruh dunia antara tahun 2016 dan 2030, menurut studi McKinsey yang dirilis pada tahun 2018.

Dalam skenario adopsi AI secara luas, pangsa pekerjaan yang tergeser dapat meningkat hingga 30%.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: abcnews

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X