Perusahaan Wewangian Menciptakan Aroma Khas Toko untuk Membangkitkan Kenangan Pelanggan

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 9 Mei 2024 | 21:39 WIB
Ilustrasi: Aroma khas toko sengaja diciptakan untuk memberikan pengalaman emosional bagi pelanggan. (Freepik/Look Studio)
Ilustrasi: Aroma khas toko sengaja diciptakan untuk memberikan pengalaman emosional bagi pelanggan. (Freepik/Look Studio)

Aroma mobil baru, misalnya, sepenuhnya buatan dan tidak ada hubungannya dengan cat atau kain pelapis.

Tidak seperti parfum, yang aromanya bisa berubah seiring dengan kimia tubuh pemakainya, aroma komersial harus tetap konstan.

Pemasar wewangian merencanakan bagaimana bau tersebut akan disebarkan ke seluruh ruangan. Kadang-kadang mereka menggunakan sistem HVAC, atau memperkenalkan elemen visual seperti lilin atau reed diffuser.

Baca Juga: Qatar Airways Perkenalkan Cabin Crew dengan Kecerdasan Buatan (AI)

Dalam kasus Singapore Airlines, tim pemasaran juga memasukkan aroma brand tersebut ke dalam sabun dan handuk panas.

Namun yang lebih sering terjadi, ruangan menggunakan diffuser mekanis yang ditempatkan secara strategis, dikontrol melalui ponsel pintar, yang dapat diprogram untuk mengeluarkan aroma pada waktu berbeda sepanjang hari.

Branding wewangian

Biaya branding wewangian bisa sangat bervariasi, berdasarkan ukuran ruangan dan kompleksitas penciuman, mulai dari $1.000 hingga berkali-kali lipatnya.

Olivia Jezler, pendiri perusahaan pemasaran wewangian Future of Smell, mengatakan toko-toko bahkan bisa menghabiskan jutaan dollar untuk branding visual dan musik. Sedangkan aroma khas toko meninggalkan kesan yang jauh lebih bertahan lama dibandingkan suara.

Pengalaman merek dapat melampaui batas-batas ruang tertentu dan memasuki ranah e-commerce. Jezler berpendapat pengecer bisa kehilangan peluang besar  jika tidak memasukkan wewangian ke dalam kemasan mereka.

Baca Juga: Hari Raya Kenaikan Isa Almasih, Bukti Yesus Telah Menyelesaikan Pekerjaannya dengan Mulia

Menurutnya, seharusnya tidak sulit bagi perusahaan untuk memberikan wangi Chanel No 5 ke dalam kemasan, sehingga pelanggan mendapatkan pengalaman emosional dari aroma khas toko tersebut.

Di tokonya, aroma Chanel yang lebih kuat dan khas hanya terbatas pada area dekat konter kosmetik. “Kami menjaga aromanya tetap samar untuk menghindari masalah sinus bagi pelanggan dan karyawan,” kata seorang karyawan.

Di banyak toko lainnya, aroma khas toko yang diciptakan terkait dengan pengalaman masa lalu. Toko Garrett Popcorn dan Subway menyebarkan aroma khas gula gosong dan roti yang terlalu manis ke trotoar di luar etalase toko.

Butik Armani di Michigan Avenue memancarkan aroma wewangian Bois d’Encens Armani, kata Antony de Angelo, karyawan lama yang pernah bekerja di toko tersebut.

Aroma ini terinspirasi oleh masa kecil sang desainer di Italia, khususnya gereja, dan memberikan nuansa internasional pada ruangan tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Guardian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X