Namun, dia tidak yakin hal itu akan menghalangi para pendaki untuk mencoba mencapai puncak. “Saya sangat yakin bahwa ketika Anda mendaki gunung-gunung ini, Anda akan pulang ke rumah dalam versi yang lebih baik dari diri Anda sendiri,” kata Arnette.
“Everest telah menjadi terlalu dikomersialkan dengan pesan ‘Anda melangkahi mayat’ dan ‘Gunung itu penuh dengan sampah,’” kata Arnette.
“Kenyataannya semua itu memang kecil, tapi banyak sekali kebahagiaan yang didapat orang-orang dengan melakukannya,” lanjutnya. “Dan itulah alasan kami mendaki gunung.”
Artikel Terkait
Dewan Pers dan Komunitas Pers Tolak Tegas Draf RUU Penyiaran dari DPR: Menggembosi Kebebasan Pers
Karyawan Pria Bisa Dukung Rekan Wanita agar Lebih Maju di Tempat Kerja, Begini Caranya!
Tim Bedah Rumah Sakit yang Didukung Lebih Banyak Dokter Wanita Meningkatkan Pemulihan Pasien
Jogja-Netpac Asian Film Festival Umumkan Platform Baru, JAFF Market, di Festival Film Cannes
8 Negara Terbaik untuk Digital Nomad dan Remote Worker
Mau Kuliah di Selandia Baru? Lincoln University Buka Program Beasiswa Internasional 2024-2025
Karyawan Saat Ini Dituntut Menguasai AI, tapi Pahami Risiko Jika Belajar AI Secara Mandiri