Karyawan Saat Ini Dituntut Menguasai AI, tapi Pahami Risiko Jika Belajar AI Secara Mandiri

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 17 Mei 2024 | 22:10 WIB
Ilustrasi: Karyawan memang dituntut untuk meningkatkan keterampilan AI, tetapi kenali risiko jika belajar AI sendiri. (Freepik)
Ilustrasi: Karyawan memang dituntut untuk meningkatkan keterampilan AI, tetapi kenali risiko jika belajar AI sendiri. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Pejuang kantoran saat ini makin sering mendengar ancaman bahwa suatu saat pekerjaan kita akan digantikan oleh artificial intelligence.

Oleh karena itu, kita didorong untuk belajar menggunakan AI agar tetap kompetitif dan relevan.

“AI tidak akan menggantikan Anda. (Tetapi) Anda akan digantikan oleh seseorang yang menggunakan AI untuk mengungguli Anda,” kata Laurence Liew, direktur Inovasi AI di AI Singapura, dalam acara Salesforce’s World Tour Essentials di Singapura, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Mau Kuliah di Selandia Baru? Lincoln University Buka Program Beasiswa Internasional 2024-2025

Meskipun 45% karyawan khawatir AI akan menggantikan pekerjaan mereka, mayoritas (55%) pemimpin khawatir akan kurangnya talenta untuk mengisi posisi tersebut, begitu menurut Indeks Tren Kerja 2024 oleh Microsoft dan LinkedIn.

Perusahaan menyadari bahwa masih belum banyak karyawan yang menguasai AI, sehingga ada peluang besar bagi orang-orang untuk mempelajari keterampilan AI.

Sebanyak 71% pemimpin perusahaan mengatakan bahwa mereka lebih memilih kandidat yang kurang berpengalaman tetapi punya keterampilan AI, daripada kandidat yang lebih berpengalaman tetapi tidak punya keterampilan tersebut.

Risiko jika belajar AI sendiri

AI sudah ramai dibicarakan sejak peluncuran ChatGPT, November 2022. Namun banyak perusahaan besar yang belum mengintegrasikan teknologi tersebut untuk membantu meningkatkan keterampilan SDM mereka.

Menurut studi dari Microsoft, meskipun 79% pemimpin percaya bahwa perusahaan mereka harus mengadopsi AI agar tetap kompetitif, tekanan untuk menghasilkan keuntungan langsung atas investasi tersebut justru memperlambat transisi AI.

Alhasil, banyak pekerja kantor yang berusaha belajar AI sendiri. Meskipun peningkatan keterampilan AI bisa membantu membuat perusahaan lebih kompetitif, hal itu juga menimbulkan beberapa masalah.

Baca Juga: 8 Negara Terbaik untuk Digital Nomad dan Remote Worker

Para ahli mengatakan, salah satu masalah terbesar belajar AI sendiri adalah banyak orang tidak tahu cara melakukannya secara aman dan efektif.

Ada banyak sumber daya AI “gratis” di internet seperti ChatGPT dan tool lain yang menggunakan model bahasa besar (LLM). Namun para ahli mengatakan bahwa tool ini sebenarnya tidak gratis.

LLM adalah algoritma yang dapat mengidentifikasi, meringkas, menerjemahkan, memperkirakan, dan menghasilkan informasi dengan menggunakan kumpulan data yang sangat besar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Make It

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X