Arab Saudi Ingin Merekrut Lebih Banyak Perempuan Di Dunia Kerja, Khususnya Pariwisata

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 8 Juli 2024 | 17:40 WIB
Ilustrasi: Kerajaan Arab Saudi ingin merekrut lebih banyak perempuan ke dalam angkatan kerjanya. (Freepik/Master1305)
Ilustrasi: Kerajaan Arab Saudi ingin merekrut lebih banyak perempuan ke dalam angkatan kerjanya. (Freepik/Master1305)

PejuangKantoran.com - Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan partisipasi kaum perempuan di dunia kerja ternyata membawa perubahan yang luar biasa untuk industri pariwisata dan perhotelan di Arab Saudi.

Pergeseran ini dinilai menjadi suatu kemajuan penting, mengingat pariwisata adalah salah satu dari sedikit industri global yang mayoritas angkatan kerjanya adalah perempuan.

Kerajaan Arab Saudi memang ingin merekrut lebih banyak perempuan di dunia kerja. Saat ini negara yang dipimpin Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud itu sudah melampaui visinya pada 2030 untuk mencapai partisipasi perempuan di pasar tenaga kerja hingga 30%.

Baca Juga: Buat yang Ingin Jadi Jurnalis, Bloomberg Buka Lowongan Kerja Jadi Markets Reporter

Target tersebut sudah ditingkatkan menjadi 40%, dua kali lipat angka yang dicapai pada tahun 2010, menurut angka Bank Dunia.

Pariwisata dan perhotelan dianggap sebagai sektor di mana perempuan dapat berkembang, dan Kerajaan Arab Saudi berupaya keras untuk menciptakan lebih banyak peluang di industri ini.

Menurut EHL Insights, lima tahun yang lalu perempuan Arab Saudi menghadapi hambatan besar ketika harus bekerja di perhotelan.

Mereka harus berusaha keras untuk meyakinkan keluarga agar mengizinkan mereka melanjutkan pendidikan atau bekerja di industri pariwisata dan perhotelan.

Hambatan tersebut perlahan mulai terkikis berkat perubahan ekonomi dan budaya yang dipelopori oleh inisiatif Saudi Vision 2030.

Visi Saudi yang disebut juga Proyek 2030 itu adalah program pemerintah yang diluncurkan oleh Kerajaan Arab Saudi yang bertujuan untuk mencapai peningkatan diversifikasi ekonomi, sosial, dan budaya.

Program yang pertama kali diumumkan pada 25 April 2016 itu sejalan dengan visi Putra Mahkota dan Perdana Menteri Saudi Mohammed bin Salman.

Baca Juga: John Legend Bakal Konser di Jakarta, Ini Harga Tiket dan Cara Pesannya

Menurut data yang dikeluarkan oleh R Consultancy Group pada bulan Maret, 45% tenaga kerja di sektor pariwisata sekarang terdiri atas perempuan profesional, yaitu 925.000 pekerja.

“Ada beberapa pemimpin perempuan inspiratif yang telah membantu membentuk sektor pariwisata Saudi dan sektor pariwisata regional secara lebih luas seperti Putri Haifa binti Mohammed Al-Saud, Wakil Menteri Pariwisata, dan Basmah Al-Mayman, Direktur Regional UN World Tourism Organization,” kata Anne-Laure Malauzat, mitra di Bain & Co. di Timur Tengah.

Dia menekankan, di Arab Saudi terdapat banyak pekerja perempuan di berbagai sektor pariwisata dan perhotelan, mulai dari arsitek yang merancang bandara utama Kerajaan, petugas kontrol paspor, dan supir taksi serta perhotelan, pemimpin dan pemandu wisata.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Arab News

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X