PejuangKantoran.com - Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, akan segera tiba di Indonesia dalam lawatannya selama empat hari, pada 3-6 September mendatang.
Kehadiran Paus di Indonesia merupakan bagian dari Perjalanan Apostolik selama 12 hari, sebelum mengunjungi Papua Nugini, Timor-Leste, dan Singapura.
Paus dilaporkan akan terbang dengan maskapai nasional Italia ITA Airways dari Terminal 5 Bandara Fiumicino Roma (FCO) pada Senin (2/9/2024) pukul 17.15 waktu setempat, dan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) Jakarta pada Selasa (3/9/2024) pukul 11.30 WIB.
Baca Juga: OpenAI Tandatangani Kesepakatan dengan Condé Nast untuk Gunakan Konten dari Jaringan Medianya
Pesawat yang dipilih untuk misi khusus tersebut adalah Airbus A330neo ITA, dan akan diawaki oleh tiga pilot dan 10 pramugari.
Komandan Massimiliano Marselli, yang memiliki 18.000 jam terbang, akan menjadi pengawas penerbangan, bergabung dengan tim penerbangan khusus ITA Airways.
Pesawat ekonomi luar biasa A330neo beroperasi dengan pengurangan bahan bakar dan emisi sebesar 20% dibandingkan dengan A330 generasi sebelumnya.
Pesawat ini akan dibantu oleh rencana penerbangan khusus yang ditujukan untuk memaksimalkan efisiensi operasional, termasuk penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF).
Paus Fransiskus akan didampingi oleh Rombongan Kepausan dan anggota pers internasional. Ini bukan kali pertama paus kelahiran Buenos Aires, Argentina, 87 tahun lalu itu terbang dengan ITA A330neo.
Sebelumnya, Paus terbang dengan salah satu pesawat berbadan lebar saat mengunjungi Dubai untuk konferensi iklim COP28 pada bulan Desember.
Baca Juga: Apa Maksud Warganet ketika Menyebut Erina Gudono Tone Deaf, dan Seleb Lain yang Juga Tuli Nada
Sebuah delegasi akan menyambutnya di dalam A330neo, termasuk Ketua ITA Airways Antonino Turicchi, General Manager Andrea Benassi, dan Chief Commercial Officer ITA sekaligus CEO Volare Emiliana Limosani.
Perjalanan Apostolik
Paus Fransiskus akan mengunjungi empat negara selama Perjalanan Apostoliknya bulan September. Lawatan selama 12 hari itu akan menjadi lawatan terpanjangnya selama masa kepausannya, dengan kunjungan ke:
• Jakarta pada 3-6 September
• Port Moresby dan Vanimo, Papua Nugini pada 6-9 September
• Dili, ibu kota Timor-Leste, pada 9-11 September
• Singapura pada 11-13 September
Artikel Terkait
Kemenkeu Buka Lowongan CPNS, Terbuka untuk Disabilitas dan Putra-Putri Daerah
Lowongan CPNS Kemenkeu 2024 Dibuka, Ini Syaratnya!
Erina Gudono Disebut Bau Ketek, Apa Saja Sebenarnya Penyebab Bau Ketek?
Jadi Ustaz Muda di Azzamine, Arbani Yasiz Bingung Harus Berakting tanpa Melihat Wajah Lawan Main
Stres Kerja Ternyata Juga Bisa Jadi Penyebab Bau Ketiak Lho!
Langkah Pertama Hadapi Bullying di Tempat Kerja, Pastikan Setiap Insiden Tercatat!
Selain Reza Rahardian, Selebritas Ini Juga Muncul Di Panggung Demonstrasi Mengawal Keputusan MK