Karyawati Ini Dipecat Karena Hamil Lagi Sehabis Cuti Melahirkan, Segini Pesangon yang Diterima

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 10 November 2024 | 16:00 WIB
Ilustrasi: Si bos semula menerima karyawannya yang bersiap kembali bekerja setelah cuti melahirkan, sampai ia mengaku hamil lagi. (Freepik/DC Studio)
Ilustrasi: Si bos semula menerima karyawannya yang bersiap kembali bekerja setelah cuti melahirkan, sampai ia mengaku hamil lagi. (Freepik/DC Studio)

PejuangKantoran.com - Kehamilan tentu menjadi kabar yang membahagiakan. Tetapi tidak begitu dengan Nikita Twitchen, karyawan di firma jasa bangunan Inggris First Grade Projects.

Nikita baru bersiap untuk kembali bekerja setelah cuti melahirkan selama sekitar delapan bulan. Hanya saja, selama cuti melahirkan itu rupanya Nikita hamil lagi.

Ketika menyampaikan kabar tersebut sekaligus rencananya untuk kembali bekerja, bosnya tak dapat menerima. Sebab, itu artinya Nikita akan menjalani cuti melahirkan lagi selama 36 minggu.

Baca Juga: 180 Anak TNI dan Polri yang Masih Aktif Bertugas Menerima Beasiswa di Hari Pahlawan

Si bos, Direktur Pelaksana Jeremy Morgan, lantas memberhentikan karyawan administrasi berusia 27 tahun itu. Nikita dipecat saat hamil dan terpaksa bekerja  sebagai tenaga kebersihan untuk menghidupi keluarganya.

Hamil delapan minggu

Nikita tercatat sebagai asisten administrasi di perusahaan yang menjadi sponsor klub sepak bola Swansea City sejak 13 Oktober 2021.

Hubungan Nikita dengan bosnya, menurut pengakuannya pada pengadilan Cardiff, sangat baik. Jeremy Morgan disebutnya sangat tanggap jika ia sedang perlu berbicara dengannya.

Belum lama menerima pekerjaan itu, Nikita hamil dan mengambil cuti melahirkan dari 27 Juni 2022 hingga Maret 2023.

Sebelum ia dijadwalkan kembali bekerja, Nikita menemui Jeremy pada 17 Februari 2023 untuk membahas tugas-tugasnya setelah kembali bekerja.

Baca Juga: Awalnya Susah Menarik Pelanggan, Kini AgenBRILink di Situbondo Dipercaya Jadi Bank Mini BRI

Pertemuan itu sebenarnya dimulai dengan positif, di mana Jeremy mengatakan bahwa bisnis berjalan dengan baik, dan menambahkan bahwa ia menantikan Nikita kembali bekerja.

Semuanya berubah ketika menjelang akhir pertemuan Nakita mengungkapkan bahwa ia hamil lagi. Hal tersebut membuat bosnya kaget.

"Meskipun [Jeremy] dalam Grounds of Response menyatakan bahwa ia memberi selamat (atas kehamilan) penggugat, hal ini dibantah oleh penggugat dalam bukti lisannya," demikian bunyi dokumen pengadilan.

Nikita juga membantah bahwa ia menawarkan untuk resign jika kehamilan keduanya menimbulkan masalah bagi perusahaan. Ketika itu ia sedang hamil sekitar delapan minggu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Fortune

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X