Perusahaan sedang kesulitan keuangan?
Bulan berikutnya, ketika cuti melahirkannya resmi berakhir, Nikita mengatakan tidak ada seorang pun dari First Grade yang menghubunginya untuk membahas kapan ia kembali bekerja.
Tanggal 27 Maret, Nikita mengatakan bahwa dia ingin kembali bekerja pada 3 April 2023, tetapi bosnya mengatakan bahwa lebih baik ia menundanya sampai punya rutinitas yang tepat.
Baca Juga: Jangan Sembarangan Pilih Warna Pakaian Saat Wawancara Kerja. Berikut Alasannya Dan Rekomendasinya
Nikita juga mengatakan, baru pada bulan April dia menyadari bosnya bertindak tidak seperti biasanya. Saat itu ia menanyakan tentang niat mengambil cuti tahunan selama bulan pertamanya kembali bekerja.
Jeremy tidak membalas pesan-pesan Nikita sampai 18 April. Tetapi setelah itu Jeremy menelepon: Nikita diberhentikan karena perusahaan mengalami kesulitan keuangan dan sedang melakukan penghematan.
Dia kemudian mengklaim bahwa software baru yang akan menggantikan pekerjaan Nikita sedang dipasang. Artinya, Nikita dipecat saat hamil.
Namun Hakim ketenagakerjaan, Robin Havard, mengatakan bahwa alasan Jeremy untuk memecat Nikita sebenarnya adalah karena kehamilannya.
First Grade disebut tidak mampu memberikan bukti apa pun tentang dugaan kesulitan keuangan, mengenai software baru, serta penjelasan alternatif dengan bukti-bukti yang koheren.
Perusahaan malah mengubah image, merekrut, dan membeli kendaraan baru sejak memecat Nikita.
Baca Juga: Ini 12 Bahasa Asing Yang Wajib Dikuasai dan Skor Masing-Masing Berdasar Kegunaannya
Hakim menyimpulkan bahwa Nikita diberhentikan secara tidak adil, dan hal itu menyebabkan kecemasan dan tekanan nyata selama kurun waktu tertentu.
Ia dipecat saat hamil dan kehilangan rasa aman secara finansial dengan semua tanggung jawab keluarga yang dimilikinya.
“Ada cukup fakta untuk menyimpulkan bahwa perlakuan tidak menguntungkan dari responden terhadap penggugat disebabkan oleh kehamilan, dan bahwa perilaku responden bersifat diskriminatif,” demikian kesimpulan pengadilan.
Untuk itu, pengadilan memutuskan First Grade Projects harus memberikan kompensasi lebih dari $37.000 (sekitar Rp579 juta) kepada Nikita Twitchen.
Artikel Terkait
Sebagian Gugatan Terhadap UU Ciptaker Dikabulkan, Berikut Ini Tips Agar Kamu Bisa Bersaing Dengan TKA
Cara Mengaktifkan Fitur Limit Transaksi Kartu Debit Di Aplikasi Mobile Banking BRI
Sukuk Tabungan ST013 Sudah Bisa Dibeli Mulai 8 November, Imbal Hasilnya Jauh di Atas Deposito!
Mengapa Mendikti Saintek Satryo Brodjonegoro Malah Bilang Alumni LPDP Tak Wajib Pulang?
Ada Lowongan Kerja Grassroot Assistant di Kedutaan Besar Jepang, Apa Sih Jobdesc-nya?
Jika Mau Berkarir Di Dunia Internasional, 12 Bahasa Ini Wajib Kamu Pelajari dan Kuasai!
Waspada Penipuan yang Meminta Klik Captcha Palsu 'I'm Not A Robot' di Iklan Web!