Dari Eks Pekerja Migran ke Penggerak Ekonomi Lokal: Cerita Inspiratif dari Indramayu

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Minggu, 17 November 2024 | 10:31 WIB
Program BRI Peduli bantu bekali para mantan PMI dengan berikan keterampilan dan pengetahuan usaha di Indramayu.  (BRI)
Program BRI Peduli bantu bekali para mantan PMI dengan berikan keterampilan dan pengetahuan usaha di Indramayu. (BRI)

PejuangKantoran.com - Pemberdayaan eks Pekerja Migran Indonesia (PMI) menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kembali kehidupan ekonomi setelah pulang ke tanah air.

BRI, melalui program BRI Peduli, terus menunjukkan komitmennya untuk membantu eks PMI beradaptasi, mengembangkan keterampilan, dan menciptakan stabilitas ekonomi di kampung halaman.

Program terbaru BRI Peduli menyasar Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sebuah wilayah yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan jumlah PMI terbesar di Indonesia. Sebanyak 25 eks PMI dari Indramayu mengikuti pelatihan kewirausahaan, pemasaran, branding produk perikanan, dan pelatihan lainnya pada 4-5 November 2024.

Menurut Catur Budi Harto, Wakil Direktur Utama BRI, program ini dirancang untuk membekali eks PMI dengan keterampilan yang relevan, seperti memulai usaha atau mendapatkan pekerjaan yang layak.

"Kami memberikan dukungan melalui mentor berpengalaman agar mereka dapat mengembangkan usaha atau karier yang sesuai dengan kompetensinya," ujar Catur.

Baca Juga: Sinarmas Agribusiness and Food Buka Peluang Karier: Product Management Lead

Catur juga menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi eks PMI dalam mendukung perekonomian lokal.

"Banyak eks PMI yang memulai usaha berdasarkan pengalaman di luar negeri tetapi membutuhkan pengetahuan tambahan tentang bisnis. Program ini bertujuan menciptakan kestabilan finansial, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan mengurangi ketergantungan pada lapangan pekerjaan formal," tambahnya.

Indramayu: Potensi dan Tantangan Eks PMI
Indramayu merupakan salah satu daerah dengan jumlah PMI terbanyak di Indonesia. Data Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat bahwa pada 2023 terdapat lebih dari 19 ribu eks PMI dari daerah ini. Setelah kembali, mereka sering menghadapi tantangan seperti pengangguran, kurangnya akses ke modal usaha, dan proses reintegrasi sosial.

Melalui pelatihan ini, eks PMI tidak hanya dilatih tentang kewirausahaan, tetapi juga diajarkan manajemen keuangan, inovasi produk, pencegahan CPMI ilegal, serta teknik branding dan pemasaran. Salah satu materi unggulan adalah demo pembuatan produk olahan perikanan yang sesuai dengan potensi wilayah pesisir Indramayu.

Baca Juga: Bergabunglah dengan Sari Murni Group sebagai Social Media Officer!

Kisah Inspiratif: Rosidah dan Siti Saniyah
Program ini memberikan manfaat nyata bagi peserta, seperti Rosidah, seorang eks PMI yang pernah bekerja di Malaysia selama empat tahun. Kini, Rosidah mengelola usaha olahan hasil laut dengan memanfaatkan tangkapan nelayan lokal. Ia mulai berjualan dari warung kecil dan kini telah merambah swalayan serta toko oleh-oleh.

"Awalnya saya memanfaatkan bahan baku melimpah dari hasil tangkapan yang tidak dimanfaatkan. Dari situ, saya berinovasi dengan produk olahan dan mulai memasarkan ke tempat yang lebih besar," ungkap Rosidah.

Cerita inspiratif lain datang dari Siti Saniyah, eks PMI yang pernah bekerja di Yordania dan Dubai selama enam tahun. Kini ia menjalankan usaha ikan segar dari hasil tangkapan suaminya yang dijual di Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X