Pejuangkantoran.com – Inklusi keuangan atau keuangan yang inklusif menurut Kementerian Keuangan Republik Indonesia dalam situs resminya, kemenkeu.go.id adalah kondisi ketika setiap anggota masyarakat mempunyai akses terhadap berbagai layanan keuangan formal yang berkualitas secara tepat waktu, lancar, dan aman dengan biaya terjangkau sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Visi dari inklusi keuangan ini adalah meningkatkan akses seluruh masyarakat terhadap layanan keuangan formal melalui peningkatan pemahaman tentang sistem, produk, dan jasa keuangan, serta ketersediaan layanan keuangan formal yang berkualitas secara tepat waktu, lancar, dan aman dengan biaya terjangkau sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara misinya adalah
- Meningkatkan kesempatan dan kemampuan masyarakat dalam mengakses dan memanfaatkan layanan keuangan;
- Menyediakan produk dan jasa keuangan yang dapat memenuhi kebutuhan Masyarakat;
- Meningkatkan pengetahuan dan rasa aman masyarakat dalam penggunaan layanan keuangan;
- Memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan;
- Mendorong pengembangan keuangan inklusif untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.
Inklusi keuangan dan komitmen BRI
BRI punya komitmen untuk terus berupaya mengakselerasi inklusi keuangan. Selain itu juga menciptakan sharing economy bagi masyarakat. Salah satunya adalah AgenBRILink.
Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan bahwa hingga akhir September 2024, BRI tercatat memiliki lebih dari 1,02 juta AgenBRILink di lebih dari 62 ribu desa di seluruh Indonesia.
“Dari Januari hingga September 2024, para AgenBRILink berhasil mencatatkan total transaksi sebesar Rp1.170 triliun”, papar Supari.
Salah satu wilayah pedesaan yang bisa menikmati inklusi keuangan dari BRI adalah Desa Sentral Baru, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.
Masyarakat desa tersebut saat ini sudah memiliki akses ke layanan perbankan yang lebih dekat dan lebih mudah berkat keberadaan AgenBRILink milik Riswan Nurhadi.
Riswan yang semula mempunyai warung kelontong ini melihat peluang untuk menghadirkan layanan perbankan di desanya yang jauh dari kota kabupaten. Desa Sentral Baru berjarak sekitar kitar 40 menit jalan darat dari Kantor Bupati Rejang Lebong.
“Awalnya saya ragu untuk menjadi AgenBRILink karena tidak terbiasa dengan mesin EDC, namun berkat pembelajaran mandiri melalui video tutorial, saya kemudian berhasil menguasai operasional perangkat tersebut,” ujar Riswan.
Keputusan Riswan tepat. Masyarakat Desa Sentral Baru tak lagi harus ke pusat kabupaten untuk dapat melakukan transaksi perbankan. Kesuksesan Riswan tak lepas dari bantuan penuh dari BRI dalam membantu agen berpromosi dan membangun kepercayaan.
Baca Juga: Skor ESG Naik, BRI Tembus Peringkat 5 Persen Teratas Di Sektor Perbankan Global
Artikel Terkait
Awalnya Susah Menarik Pelanggan, Kini AgenBRILink di Situbondo Dipercaya Jadi Bank Mini BRI
BRI Sukses Turunkan Angka Kredit Macet, Ini Strateginya!
Transformasi Hijau BRI: Pembiayaan Keberlanjutan Tembus Rp764,8 Triliun
Mendapatkan Pernghargaan Dari UN Women Menunjukkan BRI Peduli dengan Kesetaraan Gender & Pemberdayaan Perempuan
Lebih dari 3.000 Rekening yang Terindikasi Lakukan Transaksi Judol Sudah Diblokir BRI