3 Langkah Strategis BRI dan Holding Ultra Mikro agar Sertifikasi BPOM Tingkatkan Daya Saing UMKM

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 11 Desember 2024 | 09:38 WIB
Program sertifikasi BPOM selaras dengan komitmen BRI dan anggota Holding Ultra Mikro (Holding Umi) PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk meningkatkan daya saing UMKM. (BRI)
Program sertifikasi BPOM selaras dengan komitmen BRI dan anggota Holding Ultra Mikro (Holding Umi) PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk meningkatkan daya saing UMKM. (BRI)

PejuangKantoran.com - Pengusaha tentunya ingin produk makanan, minuman, obat-obatan, dan alat kesehatan yang dihasilkan mendapat kepercayaan dari konsumen karena kualitas dan keamanannya.

Untuk itulah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan sertifikasi untuk menjamin keamanan, mutu, dan manfaat produk yang dipasarkan suatu perusahaan.

Hal ini juga telah diupayakan oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Akhir November lalu, Erick Thohir mengungkapkan telah sepakat dengan BPOM untuk meningkatkan jumlah produk UMKM yang memenuhi standar BPOM.

Baca Juga: Artificial Intellegence atau AI di BRI Tidak Menggantikan Manusia Tapi Membantu Manusia Tingkatkan Produktifitas

Program sertifikasi BPOM ini selaras dengan komitmen BRI dan anggota Holding Ultra Mikro (Holding Umi) PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk meningkatkan daya saing UMKM.

Ada tiga langkah strategis yang dilakukan untuk mencapai tujuan besar tersebut, yaitu memaksimalkan ekosistem pasar digital (PaDi) UMKM, pemanfaatan database program PNM Mekaar, dan digitalisasi sinergitas guna konsolidasi database.

“Program pertama mungkin beberapa bulan ke depan kita tuntaskan bagaimana semua bisa tersertifikasi,” kata Erick Thohir.

“Nanti program berikutnya, tadi disampaikan, kita bisa memilih ada program PNM Mekaar, yaitu ibu-ibu di desa-desa yang mendapat pinjaman Rp 1-5 juta yang jumlahnya 21,2 juta.”

Perlu diketahui, tiga tahun setelah terbentuk pada 2021, Holding UMi yang terdiri atas BRI, PNM dan Pegadaian berhasil melayani 36,1 juta debitur ultra mikro dengan total penyaluran kredit lebih dari Rp 627,6 triliun pada akhir September 2024.

Holding UMi juga memperluas layanan melalui 1.025 Unit Senyum di seluruh Indonesia, memberikan akses kepada lebih dari 180 juta masyarakat ke Tabungan mikro.

Baca Juga: BRI Dukung Ekosistem Digital UMKM dengan Program QRIS UMI Tanpa Biaya MDR

Fase pemberdayaan UMKM

Bagi BRI, program sertifikasi BPOM ini menjadi salah satu kunci meningkatkan potensi dan kapasitas pelaku UMKM di Indonesia.

Perlu diingat bahwa UMKM berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

"Konsep pemberdayaan kami sungguh komprehensif dan terukur, serta dapat dimonitor dengan baik," ujar Direktur Bisnis Mikro BRI Supari, dalam kesempatan terpisah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X