"Saya mengalami beberapa kali kejang di rumah sakit dan lumpuh selama beberapa hari, tetapi perawatan di rumah sakit saya dianggap tidak perlu secara medis," ungkap yang lain.
“Hari ini, kita berduka atas kematian CEO United Healthcare Brian Thompson, yang ditembak mati.... tunggu, saya minta maaf — hari ini kita berduka atas kematian 68.000 orang Amerika yang meninggal dengan sia-sia setiap tahunnya sehingga para eksekutif perusahaan asuransi seperti Brian Thompson bisa menjadi multijutawan,” tambah seorang Profesor Columbia University di X.
Baca Juga: 10 Kota di Jepang dengan Penduduk Asing Paling Bahagia, Tokyo Ada di Urutan Teratas
“Saat ini, lebih dari 1.000 orang bangkrut setiap hari, semata-mata karena tagihan medis pribadi. Siapa pun yang dapat menghasilkan jutaan dolar dengan mengawasi sistem seperti ini, dan tidur nyenyak di malam hari tidak pantas mendapatkan simpati saya,” tulis Beau Forte, mantan kandidat Partai Hijau untuk Kongres di New Jersey.
Bahkan Luigi Mangione (26), tersangka pembunuh Thompson, tampaknya tidak menyesali perbuatannya. Ia menyampaikan pesan kepada wartawan saat diseret oleh polisi ke Gedung Pengadilan Blair County untuk menghadiri sidang pada tanggal 10 Desember.
"Itu sama sekali tidak masuk akal, dan merupakan penghinaan terhadap kecerdasan rakyat Amerika dan pengalaman hidup mereka!" teriaknya, merujuk pada tuduhan terhadapnya.
"Pengalaman hidup" yang dimaksud Mangione mungkin hanya dialami oleh ratusan ribu orang Amerika yang merasa ditipu oleh sistem perawatan kesehatan.
Klaim asuransi dari ratusan ribu orang yang menjadi nasabah perusahaan asuransi kesehatan tersebut terlalu sering ditolak. Padahal, klaim itu mereka butuhkan hanya untuk bertahan hidup, dan semuanya demi keuntungan finansial orang-orang yang menjalankan perusahaan tersebut.
Harus bertanggungjawab
Baca Juga: 4 Modus Penipuan Akun Google yang Harus Diwaspadai, dari Deepfake hingga Link Hovering
Dalam beberapa bulan menjelang kematian Thompson, UnitedHealthcare adalah salah satu dari tiga perusahaan asuransi kesehatan besar yang dengan sengaja menolak klaim asuransi kepada pasien demi keuntungan.
Brian Thompson tentu bukan satu-satunya pihak yang harus bertanggung jawab atas kegagalan pasien yang ditolak pertanggungannya. Ada lebih banyak orang yang harus disalahkan dalam sistem yang merugikan tersebut.
Perusahaan asuransi harus bertanggungjawab secara keseluruhan atas perlakuan tidak manusiawi terhadap pasien yang sudah membayar premi untuk bertahan hidup.
Namun kematian Thompson dapat dicegah jika perusahaan melakukan tugasnya dan mencegah kematian banyak orang tak berdosa yang hanya ingin menemui dokter.
Pembunuhan sudah pasti tidak boleh dianggap sebagai perayaan. Namun dalam kasus ini banyak orang merayakan keadilan yang telah ditegakkan, terutama jika mereka telah mengalami peristiwa tragis akibat sistem perawatan kesehatan yang buruk.
Artikel Terkait
5 Resep Makanan Viral yang Banyak Dicari Orang Indonesia di Google Selama 2024
Memberdayakan Anggota Tim Punya 9 Manfaat Yang Sangat Dibutuhkan Oleh Perusahaan
Pendiri Merek Fashion Mango Isak Andic Meninggal Dunia usai Jatuh dari Tebing saat Hiking
1 Juta Agen BRILink siap Optimalkan Layanan Keuangan Selama Libur Nataru
Lakukan 4 Hal Berikut Ini Untuk Meningkatkan Pengalaman Positif Terhadap Layanan Customer Service
6 Langkah Berikut Ini Membantu Kamu Memecahkan Masalah dengan Efektif
Yang Bikin Sutradara Imam Darto Happy Banget dengan Film Barunya Meskipun 'Modal Nekad'