PejuangKantoran.com - Istilah lavender marriage belakangan menjadi perbincangan hangat di media sosial, terutama setelah kabar perceraian Sherina Munaf dan Baskara Mahendra yang dikaitkan dengan isu ini.
Perceraian mereka telah dikonfirmasi oleh Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 17 Januari 2025, dan sidang perdana dijadwalkan pada 30 Januari 2025. Keduanya telah menikah selama 4 tahun, setelah mengunggah foto pernikahan pada November 2020.
Lavender marriage merujuk pada pernikahan antara individu heteroseksual dan homoseksual yang sering dilakukan untuk menyembunyikan orientasi seksual asli mereka.
Baca Juga: 6 Cara Meningkatkan Kemampuan dan Keterampilan Sebagai Pemain Tim di Kantor
Istilah "lavender" sendiri diasosiasikan dengan komunitas LGBTQ+ dan merupakan campuran warna biru (pria) dan pink (wanita).
Berikut adalah beberapa alasan mengapa lavender marriage sering dipilih:
1. Kesepakatan Bersama Lavender marriage biasanya dimulai dengan komunikasi yang jelas antara pasangan. Keduanya sepakat untuk menikah dengan pemahaman tentang orientasi seksual masing-masing serta alasan pribadi di balik pernikahan tersebut.
2. Mengurangi Tekanan Keluarga Banyak individu memilih lavender marriage untuk memenuhi harapan keluarga terkait pernikahan.
Hal ini memungkinkan mereka menjaga keharmonisan keluarga tanpa perlu mengungkapkan orientasi seksual yang sebenarnya, membantu menghindari konflik dalam dinamika keluarga.
3. Akses Hukum dan Finansial Pernikahan memberikan keuntungan hukum dan finansial, seperti keringanan pajak, hak waris, dan tunjangan perawatan kesehatan.
Lavender marriage bisa menjadi pilihan strategis untuk memperoleh manfaat ini, terutama di negara atau wilayah di mana pernikahan sesama jenis tidak diakui secara hukum.
Baca Juga: Studi: Jangan Sembarangan Kirim Banyak Lamaran Kerja, Bisa Bahaya!
4. Memiliki Teman Hidup Meskipun tanpa cinta, banyak yang memilih lavender marriage untuk memiliki mitra yang bisa diandalkan.
Persahabatan dan saling mendukung dalam kehidupan sehari-hari memberi kenyamanan dan stabilitas emosional, serta bantuan praktis dalam menghadapi tantangan hidup.
Artikel Terkait
Tiga Perusahaan Asing Terlibat dalam Pengembangan Coretax DJP, Salah Satunya Pernah Terkait Kasus Manipulasi Pajak
Tak Cuma Pulihkan Ekosistem, BRI Menanam-Grow & Green Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Penuhi Kewajiban sebagai BUMN, BRI Setorkan Dividen Interim Rp10,88 Triliun Ke Negara
Batal Digelar di Indonesia, Buru Konser Taeyang Negara Asia Lainnya. Berikut Daftar Jadwal Konsernya!
Komit pada Praktik Sustainable Finance, BRI Menjadi Satu-Satunya BUMN Penerbit Obligasi Hijau di Tahun 2024
Elon Musk Dikabarkan Bakal Membeli TikTok Amerika dengan Harga yang Sama dengan Twitter
Penggunaan AI di Bidang Kedokteran Tak Boleh Sembarangan, Jangan Sampai Merugikan Pasien!
Kesuksesan Desa BRI Lian Ketapanrame Jadi Contoh Kolaborator Lain dalam Pemberdayaan Desa
Pemerintah Segera Wujudkan Program 3 Juta Rumah Gratis, Siapa yang Berhak Menerimanya?
Daripada Bingung Membuangnya, Tukarkan Minyak Jelantah dengan Uang di SPBU Pertamina, Begini Caranya!