Berkat Tren TikTok, Barang KW Tak Lagi Memalukan bagi Gen Z. Justru Bisa Jadi Langkah Penghematan!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 20 Januari 2025 | 19:50 WIB
Dupe economy menggambarkan gaya belanja generasi saat ini . (Freepik)
Dupe economy menggambarkan gaya belanja generasi saat ini . (Freepik)

Pejuangkantoran.com - TikTok, platform digital tempat berbagai tren berkembang, kini menghadirkan topik terbaru yang menjadi perbincangan hangat di dunia MoneyTok, yaitu “dupe economy” atau ekonomi duplikat.

Fenomena ini menggambarkan gaya belanja generasi saat ini yang cenderung memilih barang tiruan atau versi lebih murah dari merek desainer ternama. Mulai dari kosmetik, perlengkapan olahraga, hingga tas desainer.

Gen Z, sebagai pengguna terbanyak barang-barang tersebut, tetap bangga menggunakannya karena harganya yang jauh lebih terjangkau.

Dengan tagar #dupe, video TikTok yang membahas tren ini telah ditonton hampir 6 miliar kali pada 2023. Menurut beberapa influencer TikTok, kualitas barang tiruan sering kali setara dengan versi premium.

Meskipun barang tiruan bukanlah hal yang baru, tren ini lebih menekankan pada penghematan daripada mengejar gengsi merek.

Baca Juga: Elon Musk Dikabarkan Bakal Membeli TikTok Amerika dengan Harga yang Sama dengan Twitter

Budaya duplikat yang meningkat

Kecemasan dalam finansial yang dialami Gen Z menjadi alasan budaya dupe ini berkembang pesat.

Menurut laporan Ernst Young, hanya 31% Gen Z yang merasa aman secara finansial. Selebihnya, sekitar 52% merasa khawatir tidak memiliki cukup uang.

Selain itu, harga makanan yang naik 28% sejak 2019 dan biaya pendidikan yang terus meningkat menjadi beban tambahan.

Namun, Gen Z memanfaatkan tren online untuk mencari barang murah dan produk duplikat sebagai solusi.

Berkat algoritma TikTok yang memprioritaskan konten visual pendek, tren ini juga dengan mudah tersebar luas. Bahkan kreator kecil pun dapat ikut mempengaruhi audiens besar dengan konten seputar produk duplikat.

Peran TikTok dalam penyebaran tren

Platform ini memanfaatkan rekomendasi pengguna sebagai konten sekaligus menggunakan format perbandingan visual yang menarik, yaitu produk murah dan mahal ditampilkan berdampingan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Salon.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X