Kesenjangan Upah antara Laki-Laki dan Perempuan di Eropa Makin Besar, Posisi C-Suite Didominasi Kaum Pria

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 1 Februari 2025 | 18:45 WIB
Ilustrasi: Kesenjangan upah antara laki-laki dan perempuan di Eropa semakin melebar. (Freepik/Pressfoto)
Ilustrasi: Kesenjangan upah antara laki-laki dan perempuan di Eropa semakin melebar. (Freepik/Pressfoto)

PejuangKantoran.com - Kesenjangan upah berdasarkan gender masih terjadi di banyak negara. Bahkan, kabarnya hal ini semakin melebar di Eropa, khususnya untuk anggota dewan noneksekutif di sektor jasa keuangan.

Saat ini sebenarnya sudah ada upaya untuk merekrut lebih banyak perempuan untuk mengisi posisi-posisi senior. Namun menurut analisis konsultan Ernst & Young, kaum perempuan di Eropa yang bekerja di dewan direksi bank, perusahaan asuransi, dan manajer aset, dibayar rata-rata 36% lebih rendah daripada laki-laki pada 2023.

Studi menemukan bahwa gaji untuk laki-laki dan perempuan yang bergabung dengan dewan direksi meningkat selama periode tersebut, tetapi khusus untuk kaum adam meningkat lebih cepat.

Baca Juga: Tak Mudah Jadi Pemimpin Rapat, Ini 9 Cara Agar Bisa Mengakhiri Rapat dengan Sukses dan Efektif

Perempuan ditempatkan di posisi tidak penting

Kate Grussing, Direktur Pelaksana Sapphire Partners, firma perekrutan spesialis untuk posisi senior, mengatakan bahwa kesenjangan gaji yang semakin melebar itu merupakan tanda bahaya.

Menurutnya, alasan terjadinya kesenjangan tersebut cukup rumit. Ada kemungkinan hal itu disebabkan perempuan lebih sering ditempatkan pada posisi yang tidak terlalu penting sebagai anggota dewan.

Namun, Pemimpin Layanan Keuangan Global EY, Omar Ali, memiliki pemikiran lain. Ia berpendapat, alasan lain terjadinya kesenjangan gaji adalah direktur laki-laki memiliki lebih banyak pengalaman di posisi C-Suite daripada direktur perempuan saat ditunjuk untuk menduduki posisi dewan.

Inilah yang menurutnya membuat laki-laki lebih mungkin menduduki beberapa kursi komite.
Grussing bilang, sudah seharusnya dewan perlu memperhatikan dengan seksama perbedaan gaji antara laki-laki dan perempuan.

“Paksaan” dari Komisi Eropa

Baca Juga: Konser Gratis Bernadya, Juicy Luicy, hingga Sal Priadi Hibur Ribuan Penonton di BRI UMKM EXPO(RT) 2025

Temuan mengenai kesenjangan upah ini muncul ketika perusahaan-perusahaan di Uni Eropa (UE) sedang berusaha untuk mencapai 40% representasi perempuan di posisi dewan, dan 33% di seluruh peran eksekutif dan noneksekutif.

Aturan ini mulai diberlakukan di 2022 oleh Komisi Eropa. Hingga Juni 2026 nanti, mereka mengharuskan perusahaan-perusahaan publik besar untuk memenuhi target tersebut dan pemberian sanksi bagi yang tidak memenuhinya.

Saat ini, ada sebanyak 28% perusahaan jasa keuangan Eropa yang dianalisis oleh EY, yang tidak memenuhi target tersebut.

Fakta di lapangan menemukan bahwa gaji perempuan lebih rendah saat bertugas di komite dewan, seperti audit dan nominasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Star

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X