Kematian tragis Hsu ini membuat spesialis pengobatan pernapasan Dr. Leung Chi-chiu mendesak masyarakat untuk memprioritaskan vaksinasi.
“Virus flu dapat menyebabkan pneumonia virus dan merusak sistem pernapasan kita, meningkatkan risiko infeksi bakteri sekunder, termasuk pneumokokus dan streptokokus,” ujarnya, mengutip dari Dimsum Daily.
Meskipun ada penurunan kasus COVID-19 selama dua tahun terakhir, Leung memperingatkan bahwa banyak orang yang masih tidak memiliki kekebalan yang memadai terhadap flu.
Dia menyarankan masyarakat untuk menghindari tempat yang padat dan berventilasi buruk, mengatur waktu perjalanan, memakai masker, dan menjaga kebersihan tangan dengan rajin.
Kyodo News melaporkan bahwa Jepang saat ini memang sedang mengalami wabah flu yang signifikan. Dari 5.000 institusi medis yang ditunjuk, dilaporkan ada 172.417 pasien influenza dalam kurun waktu 6 – 12 Januari 2025.
Rest in peace, Barbie Hsu. Karakter Shan Cai akan terus teringat dalam benak dan hati para penggemar. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Raffi Ahmad Laporkan Kekayaan Fantastis Rp1,03 Triliun, Dari Mana Saja Sumber Penghasilannya?
General Dynamics Information Technology (GDIT) AS Buka Lowongan ‘Analisis Media Sosial Indonesia,’ Kok Gitu?
Jangan Sepelekan, Kenali 7 Penyebab Perut Buncit Supaya Bisa Kamu Atasi Agar Sehat
Peraih Nobel Ekonomi Paul Romer sebut UMKM Butuh Ekosistem Kuat, dan Ini Sejalan Dengan Inisiatif BRI
Resmi Ditutup, BRI UMKM EXPO(RT) 2025 Gaet Lebih dari 63 Ribu Pengunjung dan Realisasikan Kontrak Ekspor Senilai USD90,6 Juta
3 Fakta Menarik tentang Pengepungan Di Bukit Duri, Film tentang Chaos di dalam Sekolah
Peraturan Yang Harus Diketahui Pemagang Agar Paham Hak dan Kewajiban Selama Magang