PejuangKantoran.com - Ratusan buruh dari Federasi Serikat Buruh Makanan dan Minuman (FSBMM) menggelar aksi unjuk rasa di Graha Unilever, Jl. BSD Grand Boulevard, Cisauk, Kabupaten Tangerang, pada Selasa (18/2/2025).
Unilever didemo karena pengunjuk rasa berniat membela Dani Afgan, karyawan PT Anugerah Maju Bersama (AMB), mitra usaha patungan PT Unilever Indonesia. Dani, yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal FSBMM, di-PHK oleh Unilever pada 9 September 2024.
Dani dipecat karena dianggap mangkir kerja oleh Unilever, meskipun sebelum meminta izin cuti tidak bekerja sudah memberitahukan perusahaan bahwa dirinya melakukan tugas serikatnya di FSBMM.
Baca Juga: Menghadirkan Lingkungan Kerja Sehat: Fokus pada Keselamatan dan Kesehatan Pekerja
Meski Dani mendapatkan surat peringatan sebelum kena PHK, tetapi alasan dari surat tersebut dianggap tidak masuk akal.
Dwi Haryoto, anggota dari perusahaan Coca Cola yang merupakan bagian dari FSBMM, mengatakan, “(Tujuan unjuk rasa) Yang pertama tentunya solidaritas, kami membela Dani Afgan yang bisa kami anggap itu representatif untuk kaum kami.”
Tak hanya aksi solidaritas
Selain itu, aksi demonstrasi hari ini juga memiliki motif, visi, dan misi yang lain, yaitu membela seluruh kaum pekerja yang ada di Indonesia.
Menurut mereka, dengan dipecatnya Dani semudah itu, semua buruh memiliki kemungkinan untuk diperlakukan dengan cara yang sama.
“Jika seorang Dani Afgan yang merupakan Sekretaris Umum di FSBMM saja bisa kena PHK, apalagi kita ini yang bukan siapa-siapa. Jika kita diam maka hal ini bakalan terus berlanjut terus-menerus,” ucap Dwi.
Baca Juga: Kabar Baik Bagi Kaum Mager, Kamu Cukup Melakukan Micro-Walks untuk Menjaga Kesehatanmu!
Pemutusan hubungan kerja dari pihak Unilever terhadap Dani dianggap tidak adil dan merugikan perserikatan-perserikatan buruh lainnya di Indonesia di masa yang akan datang.
Sempat dicegat untuk melakukan aksi
Haryo, seorang buruh di Serikat Pekerja Mandiri Kecap Bango (SPMKB), yang juga merupakan bagian dari Unilever, mengaku sempat dicegat saat akan melakukan aksi demonstrasi.
“Tadi kita mau demo itu ditahan, pada awalnya di pinggir jalan, bahkan mau memasuki area Unilever untuk unjuk rasa saja tidak diizinkan, padahal kita tertib dan sepakat untuk tidak melakukan tindakan anarkis,” ceritanya, seperti dikutip dari Tangsel Pos.
Artikel Terkait
Rekomendasi Ahli 10 Sepatu Lari Terbaik untuk Tahun 2025. Jangan Salah Pilih!
Lirik Peluang Usaha Ramah Lingkungan, Anita Egyanti Olah Limbah Jati Jadi Produk Multifungsi
Lowongan Kerja Event & Promotions Manager di Plaza Indonesia, Cocok Buat yang Passionate Bidang Event and Promotion
Lowongan Kerja Sebagai M-Ads (Mobile Advertising) di PT XL Axiata Tbk
Henti Jantung Diduga Jadi Penyebab Kematian Kim Sae-ron, Ternyata Bisa Dialami di Usia Muda
7 Keuntungan Menjadi Individual Contributor daripada Menjadi Manajer yang Mengelola Anak Buah
Waduh, Studi Terbaru Mengungkap bahwa AI Bisa Bikin Kita Makin Bodoh Kalau....